Apa Itu Finish Balancing ? Apa Bedanya Dengan Balancing Biasa? Apa Saja Efeknya? Simak Ulasan Berikut

“Kalau tidak balans, biasanya getaran terjadi pada kecepatan di 80-100 km/h,” lanjutnya.
Sebelum melakukan finish balancing, “Roda wajib di-balancing biasa dulu,” beber Bowie.

Setelah itu dipasang ke mobil dan dilakukan finish balancing menggunakan mesin khusus.

Mesin ini akan memutar roda hingga kecepatan tertentu dan membaca semua kondisi di kaki-kaki.

Barulah titik-titik yang tidak seimbang dipasangkan timah agar kembali balans.

Baca juga : Jangan Asal Mencuci Ruang Mesin Mobil, Bisa Fatal loh Dampaknya

“Agar hasil balancing bertahan lama, untuk yang sudah ganti velg racing sebaiknya ditambahkan center ring,” wanti pria berkulit putih ini.
Tujuannya agar velg bertumpu pada center ring, bukan baut.

“Kalau bertumpu di baut, titik balans-nya bisa berubah lagi,” ujarnya

Baik untuk spooring atau fiish balancing, Bowie menyarankan dilakukan setiap 10.000 km atau 6 bulan.

“Kalau kerap melintas jalanan rusak, percepat jadwal menjadi 7.000 km atau 4 bulan sekali,” pungkasnya.

Pos terkait