Yusuf Meilana dan Bayu Otto merupakan pemain asli Kediri. Darah lokal membuat keduanya mendapat kepercayaan sebagai kapten. Selain itu, mereka juga telah menyertai perjuangan Persik untuk waktu yang cukup lama.
“Bukan hanya putera asli Kediri namun juga punya hati dan main 100 persen untuk lambang di dada. Mereka itu contoh saat di lapangan,” tegasnya.
Berada pada Usia Emas
Skuat Persik Kediri merayakan gol Al Hamra Hehanusa ke gawang Persib Bandung, Rabu (8/3/2023) (c) Dok. Liga Indonesia Baru
Sebenarnya, ada beberapa pemain senior yang bisa menjadi kapten Persik. Faris Aditama, Taufiq, hingga Feri Pahabol bisa menjadi opsi. Namun, faktor regenerasi disebut Arthur sebagai salah satu alasan mengapa Yusuf Meilana dan Bayu Otto terpilih sebagai kapten.
“Mereka itu contoh saat di lapangan. Tidak pernah bermain setengah hati baik saat saat laga ujicoba atau pertandingan resmi hati,” kata Arthur.
“Mereka selalu maksimal dan saya merasa sudah waktunya juga regenerasi. Mereka berdua di usia emas dan akan menjadi masa depan klub ini,” tambah mantan pemain PSS Sleman tersebut.
