Dia mengatakan selain karena efek pewarna bahan bakar, busi yang berwarna merah bisa timbul karena pemakaian zat aditif bahan bakar sejenis octane booster.
“Kalau busi berwarna merah itu bisa juga di sebabkan oleh penambahan zat aditif pada bahan bakar, ada pun warna busi yang bisa menandakan performa mesin itu putih dan hitam, itu menandakan banyakan udara atau bahan bakar dalam proses pembakaran,” ucap Asrofi.
Dia mengatakan tanda berupa warna pada busi memang kurang akurat, karena itu hanya asumsi, maka dari itu untuk membuktikan perlu melakukan pengecekan lainnya.
“Perlu temuan lainnya untuk mendukung hasil pemeriksaan, misal mobil pernah overheat ya di cari lewat cara lain, dari oli, atau dari radiator, jadi asumsi itu perlu saja tapi harus di perkuat dengan bukti lainnya,” ucap Asrofi.
Jadi, warna merah pada busi tidak bisa di artikan sebagai tanda mobil pernah mengalami overheat karena warna tersebut bisa bersumber dari pewarna bahan bakar, zat aditif bahan bakar serta dari warna coolant jika memang yang di gunakan warnanya merah.
