“Apalagi untuk langsung memproduksi lokal tidak semudah itu,” tambah Astrid.
Memang, saat ini HMID masih berkutat dengan pemenuhan inden Ioniq 5 yang masih sedikit mengular semenjak diluncurkan pada 2022 lalu.
Makanya tidak heran kalau mereka ingin memfokuskan kapasitas produksi mobil listrik mereka kepada mobil berdesain unik tersebut.
Jika benar berlaku, harapannya mobil-mobil listrik yang masih didatangkan secara CBU bisa dijual dengan harga yang lebih kompetitif termasuk Hyundai Ioniq 6.
“Tapi (rencana pajak impor ilang) itu kan wacananya masih baru ya, kalau wacana itu sampai terjadi ya otomatis kami bisa menikmati juga,” tanggapnya.
Terlepas dari itu, Astrid tidak menutup kemungkinan kalau Hyundai Ioniq 6 nantinya bisa saja akan diproduksi lokal, terutama jika banyak permintaan dari konsumen.
“Tidak masalah (Hyundai Ioniq 6) itu CKD atau engga, yang penting kami berusaha untuk memenuhi potensi atau opportunity yang ada,” tutupnya.
