Ini Efek Negatif Jika Putaran Mesin Saat Stasioner Terlalu Tinggi

Perhatikan putaran mesin

“Konsumsi bahan bakar ketika mesin stasioner sebenarnya ya kecil, tapi jika putaran mesin terlalu tinggi maka bisa membuat konsumsi BBM semakin boros,” ucap Anom, Jumat (19/8/2022).

Dia mengatakan konsumsi bahan bakar saat stasioner tentu tidak sebesar ketika mobil melakukan akselerasi, tapi dengan putaran mesin yang sesuai maka hal itu bisa di katakan lebih irit efisien.

“Putaran mesin saat stasioner ya sekitar 700 sampai 750 rpm, bila AC di nyalakan bisa sampai 1.000 rpm, setiap mobil berbeda-beda,” ucap Anom.

Dia mengatakan untuk mobil-mobil modern biasanya akan di sediakan fitur grafik konsumsi bahan bakar rata-rata di multi information display (MID). Nah, angka tersebut dapat mempengaruhi psikologis pengendara.

“Dengan putaran idle terlalu tinggi, tentu akan sangat berpengaruh pada angka rata-rata konsumsi bahan bakar di MID, karena angka tersebut merupakan pembagian jumlah bahan bakar terpakai dengan jarak yang di tempuh,” ucap Anom.

Dia mengatakan, jika patokan boros atau tidaknya adalah angka di MID, maka kondisi yang paling boros pada mobil adalah ketika mobil berhenti dengan mesin menyala, yaitu saat stasioner.

Hal itu bisa terjadi lantaran pembagi angka rata-rata konsumsi BBM adalah jarak tempuh, yang artinya saat stasioner angka jarak tempuhnya nol.

Maka dari itu, putaran mesin saat stasioner sangat menentukan konsumsi bahan bakar pada mobil.

Pos terkait