Kemudian kalau Dustin menyarankan pemilik motor bore-up harus lebih sering ganti oli. Kalau motor biasa interval setiap 2.000 Km sekali, kalau yang bore-up jadi per 1.000 Km, tentu lebih boros biaya perawatannya.
“Kalau konsumsi BBM, secara injektor mengeluarkan BBM memang lebih besar (dari standar). Tapi secara beli bensin enggak jauh beda, karena di motor matik itu yang bikin boros bukaan gas,” kata Dustin. Berdasarkan pengalaman Dustin saat bawa motor standar dan bore-up jalan ke puncak, yang standar harus buka gas dalam saat lewati tanjakan. Sedangkan yang bore-up tidak, jadi tidak beda jauh kalau soal konsumsi BBM, tergantung kondisi jalan.
