Jika kiprok bermasalah, kelistrikan tidak normal dan komponen-komponen elektrikal berpotensi mengalami lonjakan arus. Menurut Nurhadi, voltase aliran listrik menuju kiprok bisa overcharge. Alhasil, lampu yang tidak mendapat daya standar, cepat putus.
Masalah ini biasanya dialami motor-motor yang berusia di atas 5 tahun.”Daya arus DC yang menuju bohlam tidak stabil karena pengisian aki tidak lancar. Ada lonjakan arus naik turun yang membuat bohlam gampang putus,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bengkel Honda Nusantara Sakti Penggaron Rofiudin menjelaskan, penyebab bohlam lampu rem sering putus ada dua hal.
Pertama, karena kabel-kabel lampu putus yang membuat aliran listrik menuju bohlam tidak stabil.
“Rumit kalau bicara kabel putus dan berujung korsleting, hampir sama dengan kiprok bermasalah. Arus menuju bohlam bisa kelebihan,” kata Rofiudin.
Berikutnya, kata dia, fitting lampu longgar namun tidak ketahuan. Otomatis, aliran arus listrik masuk menuju bohlam mengalami lonjakan. Bahkan, jika fitting goyang arus listrik tidak teralirkan. Lampu mudah mati ketika terguncang.
“Konektor lampu kadang nyambung atau lepas, apalagi jika lewat jalan rusak. Ini lama-kelamaan bohlam lampu rem akan putus,” ucapnya.
