Pendekatan Coaching untuk Supervisi Akademik

Empat unsur utama yang mendasari prinsip komunikasi yang memberdayakan

  1. Hubungan saling mempercayai (kemitraan)
  2. Menggunakan data yang benar
  3. Bertujuan menuntun pada pihak untuk optimalisasi potensi
  4. Rencana tindak lanjut atau aksi

Kompetensi inti coaching:

  1. Kehadiran Penuh/Presence
  2. Mendengarkan Aktif
  3. Mengajukan Pertanyaan Berbobot
    • Mendengarkan dengan RASA

Empat aspek berkomunikasi untuk mendukung praktek coaching

Bacaan Lainnya
  1. Komunikasi asertif
  2. Pendengaran aktif
  3. Bertanya efektif
  4. Umpan balik positif

Langkah praktik coaching menggunakan alur TIRTA

  1. Tujuan
  2. Identifikasi
  3. Rencana aksi
  4. Tanggung jawab

Jika Coaching sudah dilaksanakan maka hendaknya kita dapat melakukan Supervisi akademik. Supervisi ini dilakukan untuk memastikan  pembelajaran yang berpihak pada murid sebagaimana tertuang dalam standar proses pada Standar Nasional Pendidikan Pasal 12 yaitu:

Pelaksanaan pembelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf b diselenggarakan dalam suasana belajar yang:

a.            interaktif;

b.            inspiratif;

c.             menyenangkan;

d.            menantang;

e.            memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif; dan

f.             memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta psikologis Peserta Didik.

Oleh karena itu, penting kiranya bagi kita memastikan bahwa supervisi akademik yang kita jalankan benar-benar berfokus pada proses pembelajaran

Pos terkait