Performa
Apa Saja Bedanya karbu PE dan PWK?
Perbedaan Karbu PE dan PWK selanjutnya adalah pada performa. Karena kedua motor datang dari motor yang berbeda.
Honda NSR 150 adalah motor road bike atau digunakan untuk harian. Sedangkan karbu PWK dari Kawasaki KX80 digunakan pada motor special engine.
Sehingga peruntukannya berbeda. Performa karbu PE vs PWK berbeda tergantung dengan kebutuhan sobat.
Karakter karbu PE 28 memiliki tenaga pada putaran rendah hingga menengah. Namun agak keteteran untuk mengimbangi putaran tinggi.
Belum lagi bentuk skepnya yang bulat membuat gerakannya terbatas.
Sedangkan karakter karbu PWK 28 benar-benar diciptakan untuk performa. Tenaga bisa terisi dari putaran bawah hingga atas. Belum lagi dengan karakternya yang sangat agresif.
Dengan bentuk skepnya yang lebih ramping. Membantu dalam bergerak lebih cepat saat ditarik tuas gas.
Meskipun tenaga Karbu Pe baik di putaran bawah hingga menengah. Tetap saja tidak bisa menyaingi performa karbu PWK di putaran rendah – menengah.
bedanya karbu PE dan PWK secara fisik sebenarnya ada sangat banyak. Mulai dari bentuk skep yang sudah di bawah di atas.
Namun, bentuk corong udaranya juga berbeda. Karbu PWK memiliki air intake yang halus dan fokus. Sehingga hisapan udara bisa lebih cepat dan juga besar.
Sekarang juga sudah ada karbu PE dengan corong seperti PWK. Dengan nama super flow yang membantu menghisap udara dengan lebih cepat.
Dengan perbedaan bentuk corong ini juga membuat perbedaan secara performa.
Pada Karbu PWK juga terdapat air strike dan juga quad-vent. Membuat suplai udara pada putaran atas tetap memadai.
Sehingga performa karbu PWK bisa tetap mengisi dari putaran bawah hingga putaran atas.
Karbu PE vs PWK juga berbeda dari jumlah lubang nozzle bensinnya.
Perbedaan Karbu PE dan PWK dari jumlah lubang nozzle dapat mempengaruhu performa.
Jumlah lubang nozzle karbu PE biasanya adalah 8 – 10 lubang saja.
Sedangkan lubang nozzle karbu PWK bisa di atas 20. Tergantung sesuai dengan kebutuhan mesin motor sobat.
Semakin banyak lubang nozzle ini akan membuat pecahan bahan bakar semakin kecil. Nantinya akan memaksimalkan proses pengkabutan dengan udara.
