Sejarah Hari Wanita TNI Angkatan Udara

TNI Wanita AU

Setelah terbukti kemampuannya, jumlah dua orang itu pun bertambah menjadi lima. Mereka adalah Inana, Veronika, Ratih, Sumartini, dan Endrika. Dengan begitu, sudah terbukti bahwa Wara memiliki kemampuan yang tidak kalah hebat jika dibandingkan dengan militer pria.

Kemudian, bertitik tolak dari fakta historis serta berlandaskan konstitusional Undang-undang Dasar 1945 dan idiil Pancasila, maka pada tahun 1962 Deputy Menteri/Panglima Angkatan Udara Urusan Administrasi Laksamana Muda Udara Suharnoko Harbani mendapat tugas dan wewenang untuk membentuk Wanita Angkatan Udara (Wara).

Bacaan Lainnya

Dalam penugasan tersebut telah digariskan, bahwa Wara bukan merupakan suatu korps tersendiri sebagaimana Korps Wanita TNI-AD (Kowad) dan Korps Wanita TNI-AL (Kowal) yang sudah terbentuk lebih dulu.

Keanggotaan Wara diintegrasikan ke dalam korps/kecabangan yang berlaku di lingkungan AU seperti anggota militer pria lainnya. Dalam rangka merealisasikan pembentukan Wara tersebut maka langkah kebijaksanaan Pimpinan Angkatan Udara mengadakan telaahan staf yang meliputi empat bidang, yakni

1. Bidang Organisasi : Letkol Udara PNB S. Sudjatmiko.

2. Bidang Pendidikan : Letkol Udara PNB Tjok Saroso Hurip.

3. Bidang Anggaran : Letkol Udara PNB Bob Surasa putra.

4. Bidang Personalia: Letkol Udara PNB Sumitro Oleh karena Kapten PJ Dra.

Baca Juga:

https://buletinislam.com/berita/12-agustus-sebagai-hari-wanita-tni-angkatan-udara-wara/

Siti Atminah berhenti dari dinas militer, maka tugas-tugas sebagai perwira pelaksana dialihkan kepada Lettu DK Suryanella. Lantas, untuk mengembahkan pembinaan Wara, maka dibentuk suatu Kelompok Kerja (Pokja) yang keanggotaannya terdiri dari para anggota Wara yang senior.

Pos terkait