Bersahabat dengan waktu

  • Whatsapp

Waktu merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Allah sering bersumpah dengan waktu. Akan tetapi banyak manusia yang tidak mengerti arti pentingnya waktu.

Jika jiwa manusia mengetahui dan merasakan bahwa waktu itu sangatlah penting, serta mempunyai banyak nilai dalam kehidupan, maka sahabat waktu pasti akan memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. Jika sudah merasa menjadi sahabat waktu yang setia, pasti akan merasakan bahwa waktu itu sangat berharga buat diri individu dan waktu juga bisa memberikan banyak nilai dan manfaat, pasti yang merasa sebagai sahabatnya tak ingin kehilangan darinya, dan di sia-siakan begitu saja. Jadi manusia yang tidak bersahabat dengan waktu dalam artian sering menyia-nyiakan waktuknya dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya, bahkan waktunya selama hidup di dunia hanya untuk bermaksiat, maka dalam pandangan agama rugilah orang-orang yang telah menyalah gunakan waktunya dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Seharusnya mereka menyadari bahwa waktu hidup selama di dunia ini di akhirat nanti akan ada hisabnya.

Sesungguhnya hisab nanti untuk mengetahui orang-orang shalih sejauh mana mereka memanfaatkan waktunya yang digunakan mendekatkan diri kepada Allah, dan sejauh mana mereka menjauhi Allah didetik-detik usianya.

Ibnu Qayyim Rahimahullah pernah berkata tentang pentingnya waktu,“ Sebenarnya waktu adalah umurnya. Waktu adalah materi kehidupan yang abadi, waktu berjalan seperti perjalanannya awan. Barang siapa perjalanan waktunya hanya untuk Allah maka itulah sebaik-baik kehidupan dan umurnya. Selain itu tidak termasuk dalam kehidupannya, jika waktu itu hanya digunakan dan dihabiskan oleh kelupaan, kesenangan, angan-angan yang batil, tidur, makan, bergadang, menganggur, atau hal-hal yang lain yang hanya menghabiskan waktu yang tidak ada manfaatnya, maka kematianlah yang lebih pantas baginya. Maka dari itu gunakanlah waktu kamu bersunggung-sugguh jika kamu ingin menggapai kesempurnan, selagi kamu masih diberi kesempatan.

Ibnu Qayyim juga pernah berkata, “ Jika saya tidak menghasilkan karya atau ilmu disetiap harinya, maka itu bukan usiaku”.

Nabi juga pernah menganjurkan kepada umatnya agar selalu menjaga waktunya, anjuran ini adalah sebuah tanda kasih sayang Rosulullah SAW terhadap umatnya. Agar umatnya menggunakan waktunya dalam ketaatan dan bergegas berlomba-lomba dalam kebaikan. Dalam hadits Rosulullah SAw bersabda. “ pergunakanlah lima kesempatan sebelum datangkesempatan yang lain: kehidupanmu sebelum kematinmu, kesehatanmu sebelum dating kematiannmu, kelonggaranm sebelum dating kesibukannmu, masa mudahmu sebelum dating tuamu, dan masa kayamu sebelum masa miskinmu,”.

Oleh karena itu bersegeralah mengikuti nasihat Nabi yang sudah diberikan kepada kita dengan tujuan menggunakan waktu hanya untuk ketaatan kepada Allah SWT.

Kalau kamu tau bagaimana orang-orang kafir bisa memanfaatkan waktunya dan sehingga orang-orang kafir bisa mendapatkan apa yang mereka targetkan tanpa menyia-nyiakan waktunya, dibandingkan dengan umat islam. Contohnya orang-orang kafir yang berada di jepang mereka sanggat bersahabat dan menghargai waktu yang ia punya, sehingga ia memenuhi target tujuan hidupnya semaksimal mungkin sesuai keinginannya, sehinnga mereka bisa berhasil dalam memanfaatkan waktunya guna untuk mempelajari ilmu-ilmu dunia dan mereka rela tidur malam untuk mencari dan mencapai kesempurnaan penelitian, eksperimen, dan teknologi.

Dengan cara seperti itu mereka telah menghasilkan banyak ilmu karena kesungguh-sungguhannya dan tidak pernah pesimis dan selalu optimis, mereka tidak ada bosannya dalam mengejar ilmu yang ingin mereka dapatkan, sehingga Jepang saat ini telah mendapatkan gelar negara jepang yang mempunyai industri terbesar di dunia, dan sudah meluas diberbagai pasar dunia, karena itu semua berkat bsa setia dan bersahabat dengan waktu, sehingga Jepang saat ini mendapatkan sebuah keuntunggan yang sanggat besar. Kalau kita mau berfikir mengapa hal ini bisa terjadi ? semua ini pasti karena hebatnya mereka bisa bersahabat dan memanfaatkan waktunya dalam memanfaatkan wtaktu untuk berkarya dan memproduksi barang.

Maka dari itu pantaslah jika mereka memetik buahnya. Dari pengalaman mereka diatas, seharusnya umat islam bisa lebih memanffatkan waktunya demi kemaslahatan didunia maupun di akhirat.

Belakangan ini sangat memperhatinkan melihat umat islam yang saat ini banyak yang tidak memanfaatkan waktunya mereka untuk menuntut ilmu, membaca ilmu yang bermanfaat, belajar dengan sungguh-sungguh, atau berdakwah kepada Allah.

Ini suatu masalah kenapa bisa imuat islam sampai terperosok kedalam keadaan yang menyedihkan seperti ini. Kenapa musuh-musuh kita bisa mengungguli kita? Padahal umat islam sendiri sudah di anjurkan untuk memanfaatkan waktunya sebaik-baik mungkin dalam hal-hal kebikan.

Mari kita renungkan kembali hikmah dari sholat lima waktu, uasa, zakat, dan haji, semunya berkaitan dengan haji. Tidak pantaslah jika kita sebagai umat muslim diungguli oleh orang-orang kafir yang hidup di dunia hanya seperti hewan, hanya makan, minum, tidur, dan jima’. Apa kita tidak malu? Wahai saudara-saudara ku seislam mari kita sadar, mari kita bersahabat dengan waktu, kembalilah kepada Allah, dan jagalah waktumu, jangan sia-siakan kesempetanmu!

Kalau kamu tau bahwa waktu juga mempunyai rasa cemburu, yaitu ketika waktu terbuang sia-sia. faktor yang terpenting dalam proses memanfaatkan waktu adalah giat mendidik diri untuk selalu memegang dalam prinsip. Giat dalam mendidik dan menggunakan waktu itu mempunyai dua tanda, yaitu:

  1. Merasa cemburu jika waktu kamu cintai itu meninggalkanmu dan pergi darimu dan taka da harapan untuk kembali.
  2. Cemburu atau benci kepada aktivitas yang menghalangimu dari mencapai tujuan dan keinginanmu.
    Maka dari atas tadi sampai sini perlu di inggat dan kita renungkan, bahwa menyia-nyiakan waktu itu akan menjadikannya sebab hilangnya banyak manfaat, dengan menyia-nyakan waktu, usia, dan kesempatan berharga tanpa faidah merupakan dasar munculnya bencana besar baik didunia maupun di akhirat. Pesan kami buat pembaca, terutama buat saudara-saudara ku seislam semua, mari kita bergaul dengan orang-orang yang bisa menjaga waktu, dan mencari lingkungan bagus, yang bisa mendukung kita dalam memanfaatkan waktu karena itu juga termasuk jimat kita hidup didunia serta bekal hidup di akhirat..
    “Waktu adalah seperti pedang
    Jika kamu tidak memotongnya,
    Maka dia akan memotongmu”.

Diahaja@gmail.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *