Doa Rasulullah Ketika Buka Puasa

  • Whatsapp
BuletinIslam.com | Doa menjadi ibadah yang dilakukan umat muslim setiap hari. Apalagi di bulan Ramadhan ini kegiatan berdoa bertambah, termasuk ketika berbuka puasa.
Berbeda dengan hari biasanya, Adzan maghrib di bulan Ramadhan menjadi momen yang sangat dirindukan semua orang. Di saat inilah orang yang berpuasa melepas lapar dan haus yang ditahan selama sehari penuh.
Doa Rasulullah Ketika Buka Puasa
Banyak orang yang langsung menyerbu ruang makan dan memabatalkan puasanya ketika mereka mendengar adzan Magrib dikumandangkan. Selain karena lapar dan haus memang sunnah hukumnya untuk menyegerakan buka puasa.
Selain itu, baik dan sunnah juga hukumnya untuk mengawali buka puasa dengan makanan atau minuman yang manis-manis seperti kurma dan lainnya.
Nah, setalah berbuka dengan yang manis-manis kaum muslim disunnahkan untuk membaca doa berbuka puasa sebagaimana yang Rasulullah SAW lakukan.
Dikutip dari Situs resmi NU Online, Rasulullah menjadikan waktu berbuka sebagai momen bersyukur dengan membaca doa ini:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ. 
Artinya: Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.
Bagian akhir doa ini ditutup dengan permohonan ampun. Dengan permohonan ampun seorang hamba meminta agar dimaafkan dan diampuni semua pelanggaran yang dilakukan, baik yang disadari atau tidak.
Karena ada banyak kemungkinan seseorang melakukan dosa-dosa yang semestinya tidak dilakukan orang berpuasa. Memang ada hal-hal yang tidak membatalkan puasa namun bisa saja hal tersebut merusak pahala puasa.
Oleh karena itu banyak orang yang hanya berpuasa secara formal, namun kehilangan esensi dari puasa. Hanya mendapatkan lapar dan haus saja sebagaimana dikritik dalam hadith:
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ
Artinya: “Banyak orang yang berpuasa, namun ia tak mendapatkan apa pun dari puasanya selain rasa lapar saja.” (HR Imam Ahmad)
Wallahu A’lam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *