Doa Memohon Keturunan yang Saleh: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap dengan Keutamaannya

Doa Memohon Keturunan yang Saleh: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap dengan Keutamaannya

Setiap pasangan suami istri pada umumnya mendambakan kehadiran buah hati yang saleh dan salehah. Anak bukan sekadar penerus nama keluarga, melainkan amanah besar dari Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena itu, sebelum dan selama menanti momongan, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, memohon agar dikaruniai keturunan yang baik akhlaknya, sehat jasmaninya, dan bermanfaat bagi agama serta sesama.

Doa memohon keturunan yang saleh memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an. Para nabi pun mencontohkannya: Nabi Zakaria berdoa di usia senja agar diberi keturunan yang baik, dan Nabi Ibrahim memohon anak yang saleh sebelum dikaruniai Ismail. Kisah-kisah ini mengajarkan bahwa harapan tidak boleh padam, selama doa terus dipanjatkan dengan penuh keyakinan dan kesabaran.

Foto: William Fortunato via Pexels

Doa Memohon Keturunan yang Saleh

Berikut doa yang dapat dibaca setiap hari, terutama setelah salat, agar Allah memberkahi anak dan keturunan kita:

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ

Latin: Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ wahfadhhum wa lâ tadlurrahum warzuqnâ birrahum.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di dalam anak-anak dan keturunan kami, jagalah mereka dari segala kejelekan, janganlah Engkau membahayakan mereka, dan berilah kami kebaikan mereka.”

Doa ini memuat tiga permohonan sekaligus: keberkahan, penjagaan, dan kebaktian anak kepada orang tua. Keberkahan membuat anak tumbuh dalam kebaikan, penjagaan Allah melindunginya dari pengaruh buruk, sedangkan bakti anak menjadi penyejuk hati orang tua di dunia dan bekal pahala yang terus mengalir setelah mereka tiada.

Doa Nabi Zakaria Memohon Keturunan yang Baik

Dalam Surah Ali Imran ayat 38, Allah mengabadikan doa Nabi Zakaria yang kala itu belum dikaruniai anak:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

Latin: Rabbi hab lî mil ladunka dzurriyyatan ṭayyibah, innaka samî’ud-du’â’.

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”

Doa Nabi Zakaria kemudian dikabulkan dengan kelahiran Nabi Yahya. Kisah ini menjadi penguat bagi pasangan yang telah lama menanti: tidak ada doa yang sia-sia, dan tidak ada kata terlambat di sisi Allah. Yang dibutuhkan adalah keyakinan, kesabaran, dan keistiqamahan dalam berdoa.

Baca Juga: Doa Masuk dan Keluar Rumah: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap dengan Adabnya
Baca Juga: Doa untuk Kedua Orang Tua: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap dengan Keutamaannya

Doa Nabi Ibrahim Memohon Anak yang Saleh

Nabi Ibrahim juga memanjatkan doa serupa yang diabadikan dalam Surah As-Saffat ayat 100:

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Latin: Rabbi hab lî minaṣ-ṣâliḥîn.

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”

Doa yang singkat ini menegaskan standar utama yang harus diminta dalam memohon keturunan: kesalehan. Harta, kecerdasan, dan kedudukan memang penting, tetapi tanpa kesalehan, semua itu belum tentu membawa kebahagiaan hakiki bagi anak maupun orang tuanya.

Doa Keluarga Penyejuk Mata

Surah Al-Furqan ayat 74 mengajarkan doa yang lebih luas, mencakup pasangan dan keturunan:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a’yun, waj’alnâ lil-muttaqîna imâmâ.

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Ungkapan “penyejuk mata” menggambarkan anak yang kehadirannya menenangkan hati, membanggakan keluarga, dan menjadi sumber kebahagiaan. Doa ini dapat dibaca bersama pasangan setelah salat, sehingga ikhtiar spiritual dilakukan berdua.

Kapan Waktu Terbaik Membaca Doa Ini

Doa memohon keturunan dapat dibaca kapan saja, tetapi ada waktu-waktu yang dianjurkan karena lebih dekat dengan pengabulan. Waktu sepertiga malam terakhir, saat salat tahajud, adalah salah satunya, karena pada waktu itu Allah dekat dengan hamba-Nya yang bermunajat. Waktu antara azan dan ikamah, setelah salat wajib, serta pada hari Jumat juga termasuk waktu mustajab yang sayang dilewatkan. Selain itu, berdoa dalam keadaan berpuasa atau setelah bersedekah dapat menambah keberkahan, karena amal saleh menjadi wasilah yang menguatkan doa. Yang terpenting, doa dibaca secara rutin dan berkesinambungan, bukan hanya sekali lalu berhenti.

Adab Berdoa agar Lebih Mustajab

Agar doa lebih berpeluang dikabulkan, perhatikan beberapa adab berikut. Pertama, mulailah dengan memuji Allah dan bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Kedua, berdoalah dengan hati yang hadir dan penuh keyakinan, bukan sekadar lisan. Ketiga, pilih waktu-waktu mustajab, seperti sepertiga malam terakhir, antara azan dan ikamah, serta setelah salat wajib. Keempat, gunakan bahasa yang baik dan tidak memaksakan bentuk pengabulan tertentu, karena Allah lebih tahu apa yang terbaik. Kelima, jangan berputus asa; teruslah berdoa sambil memperbaiki diri dan menjaga amalan.

Ikhtiar yang Menyertai Doa

Doa tidak menafikan ikhtiar. Pasangan yang menanti momongan dianjurkan menjaga pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, mengelola stres, serta memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter bila diperlukan. Ikhtiar lahiriah dan doa adalah dua sayap yang harus berjalan bersama: yang satu tanpa yang lain akan pincang. Di atas semua itu, tetaplah berbaik sangka kepada Allah atas setiap ketetapan-Nya.

Penutup

Memohon keturunan yang saleh adalah doa yang mulia dan dianjurkan. Bacalah doa-doa di atas secara rutin, ajarkan kepada pasangan dan keluarga, dan iringi dengan ikhtiar terbaik. Semoga Allah mengaruniakan kepada setiap keluarga keturunan yang saleh dan salehah, penyejuk mata, serta pembawa keberkahan bagi agama, keluarga, dan bangsa. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sumber: Quran NU Online – Doa Dikaruniai Keturunan Saleh(ah): Arab, Latin dan Artinya – https://quran.nu.or.id/doa/doa-pernikahan-rumah-tangga/doa-dikaruniai-keturunan-salehsalehah

Pos terkait