PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan laba bersih Rp 1,16 triliun hingga September 2026. Capaian ini berbalik dari rugi bersih Rp 775,55 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026 yang dirilis Kamis, 29 Oktober 2026, perbaikan kinerja tersebut menjadi penanda penting bagi perseroan teknologi yang selama ini dinilai pasar dari kemampuannya menjaga pertumbuhan sekaligus menutup kerugian.
Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, mengatakan perseroan kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut hingga kuartal III-2026. Untuk kuartal III-2026 saja, GOTO membukukan laba bersih Rp 441 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp 255 miliar pada periode pembanding. Kinerja tersebut sejalan dengan peningkatan nilai transaksi bruto inti atau core gross transaction value (GTV) sebesar 89 persen secara tahunan menjadi Rp 194 triliun. Sementara itu, pendapatan bersih GOTO tumbuh 17 persen secara tahunan menjadi Rp 5,6 triliun.
Lebih jauh, perseroan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan atau adjusted EBITDA untuk 2026 menjadi Rp 3,5 triliun hingga Rp 3,7 triliun. Hans menuturkan, pencapaian itu diraih di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perseroan dalam beberapa bulan terakhir. Ia mengakui kuartal ketiga tahun ini merupakan periode pertama sejak penerapan komisi 8 persen, dan kebijakan tersebut memberikan dampak cukup signifikan terhadap kinerja perusahaan.
Meski demikian, Hans menegaskan GOTO tetap fokus pada disiplin operasional dan alokasi modal saat menghadapi tantangan eksternal. Agar semakin meningkatkan nilai bagi pemegang saham, perseroan juga menjalankan dua langkah strategis. Pertama, GOTO akan membatalkan sebanyak 32 miliar saham tresuri atau setara dengan 2,7 persen dari total saham perseroan. Rencana tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Pembatalan saham tresuri akan mengurangi jumlah saham yang beredar.
Kedua, GOTO melanjutkan program pembelian kembali saham atau buyback. Hans mengatakan, perseroan menilai saham GOTO saat ini menawarkan nilai yang menarik. Melalui Program Apresiasi Mitra yang terus diperluas, perseroan juga ingin lebih banyak mitra driver dan keluarga mereka merasakan manfaatnya, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan hingga beasiswa. Langkah-langkah itu menunjukkan bahwa perbaikan kinerja tidak hanya diarahkan pada angka laba, tetapi juga pada penguatan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan mitra. Perkembangan emiten dan ekonomi nasional lainnya dapat Anda ikuti melalui kategori Ekonomi di Buletin Islam.
Baca Juga: Indeks Kepercayaan Industri Oktober 2026 Menguat ke 53,77, Nataru dan Lebaran Jadi Peluang Ekspansi
Baca Juga: Rupiah Dibuka di Rp18.152 per Dolar AS, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Sumber: