Ini Dia Wilayah Dengan Pemeluk Islam Pertama Di Thailand

  • Whatsapp

Tak disangka memang, sebagai negara besar yang mayoritas penduduknya memeluk agama buddha, ternyata ada salah satu kotanya yang mayoritas penduduknya memeluk agama islam.

Perkenalkan, ini adalah Pattani, sebuah provinsi di selatan Siam yang berbatasan dengan wilayah Kelantan, Malaysia. Dilansir dari berbagai sumber, Patani tidak seperti Thailand, malah condong ke-melayu-melayuan.

Bacaan Lainnya

Dulunya, Menurut catatan sejarah, ada Kerajaan Pattani yang berkuasa di sana. Ini terlihat dari Hikayat Patani yang ditulis pada masa itu.

Diceritakan bahwa Kerajaan Pattani adalah wilayah yang makmur. Bahkan pada tahun 1928, dipercaya bahwa Raja Rama pernah datang mengunjungi Pattani.
Patani, wilayah islam pertama di ThailandPatani, wilayah islam pertama di Thailand.

Diduga besar, Islam masuk Pattani melewati jalur dagang Arab, China dan India pada abad ke-10. Ada pula yang mengatakan bahwa islam masuk melewati Kerajaan Samudera Pasai di Aceh, Indonesia. Versi lain mengatakan bahwa islam masuk lewat Champa. Hal ini berlandaskan penemuan batu nisan yang bertitimangsa 893 H.

Meski ada banyak teori, namun itu semua mengacu pada perdagangan di pelabuhan Pattani.

Jalur perdagangan semakin eksis. Para saudagar islam yang lalu lalang akhirnya membuat perkampungan.

Saking berkembangnya wilayah Pattani, Raja Phaya Tu Nakpa, Penguasa kerajaan Budha Inthira, memindahkan ibu kita pemerintahannya. Dari Kota Mahligai ke Pattani.

Perkampungan ini memang jadi jejak islam pertama. Sekitar 300 tahun sebelum pemindahan ibu kota, penduduk Pattani sudah lebih dulu memeluk agama islam. Sama seperti di Nusantara, para saudagar tak hanya berdagang namun juga berdakwah untuk menyebarkan islam.
Pattani, wilayah islam pertama di Thailand.

Kini populasi muslim di Pattani semakin berkembang dan meluas. Selain Pattani ada juga yang didominasi oleh penduduk muslim. Yaitu Provinsi Yala, Satun dan Narathiwat.

Uniknya, mereka tak selalu menggunakan bahasa Thailand. Mereka juga bisa bahasa Melayu, dan juga China. Ini membuat wilayah selatan Thailand jadi lebih berwarna.

Minoritas tak membuat Pattani berbeda. Karena Raja Maha Vajiralongkorn diakui memberikan perhatian khusus kepada masyarakat muslim di Thailand.

Perhatian ini terlihat dalam kunjungannya ke Pattani. Raja sering menghadiri acara-acara keagamaan umat Islam, seperti musabaqah tilawatil Al Quran atau lomba membaca Al Quran, serta peresmian sekolah-sekolah Islam, seperti yang dilansir dari BBC.

Bahkan sekitar tiga minggu lalu, kata Wakil Rektor Universitas Fatoni, Pattani, Thailand selatan, Amad Omar Chapakia, raja juga memberikan dukungan kepada peserta lomba membaca Al Quran di masjid Patani.

“Beliau sendiri yang datang untuk meresmikan acara. Dan ini tampak beliau memberikan keutamaan,” katanya

Thailand selatan telah lama mengalami ketegangan sektarian sehubungan dengan upaya pemberontakan di wilayah mayoritas muslim negeri mayoritas buddha.

“Kalau ada acara berdoa, beliau sendiri turut mengangkat tangan. Biasanya orang-orang Buddha mengambil sikap biasa saja, tidak mengangkat tangan untuk acara orang Islam. Kalau raja ini turut mengangkat tangan,” ucapnya.

Menurut Onanong Thippimol, dosen dari Universitas Thammasat di Bangkok Kedekatan raja dianggap sebagai salah satu upaya meredakan ketegangan yang terjadi disana. Menurutnya, komunitas Muslim di Thailand selatan memiliki kedekatan dengan raja sekarang sebab sejak ia masih menjadi putra mahkota, ia sudah sering melakukan kunjungan ke sana.

Tak disangka memang, sebagai negara besar yang mayoritas penduduknya memeluk agama buddha, ternyata ada salah satu kotanya yang mayoritas penduduknya memeluk agama islam.

Perkenalkan, ini adalah Pattani, sebuah provinsi di selatan Siam yang berbatasan dengan wilayah Kelantan, Malaysia. Dilansir dari berbagai sumber, Patani tidak seperti Thailand, malah condong ke-melayu-melayuan.

Dulunya, Menurut catatan sejarah, ada Kerajaan Pattani yang berkuasa di sana. Ini terlihat dari Hikayat Patani yang ditulis pada masa itu.

Diceritakan bahwa Kerajaan Pattani adalah wilayah yang makmur. Bahkan pada tahun 1928, dipercaya bahwa Raja Rama pernah datang mengunjungi Pattani.
Patani, wilayah islam pertama di ThailandPatani, wilayah islam pertama di Thailand.

Diduga besar, Islam masuk Pattani melewati jalur dagang Arab, China dan India pada abad ke-10. Ada pula yang mengatakan bahwa islam masuk melewati Kerajaan Samudera Pasai di Aceh, Indonesia. Versi lain mengatakan bahwa islam masuk lewat Champa. Hal ini berlandaskan penemuan batu nisan yang bertitimangsa 893 H.

Meski ada banyak teori, namun itu semua mengacu pada perdagangan di pelabuhan Pattani.

Jalur perdagangan semakin eksis. Para saudagar islam yang lalu lalang akhirnya membuat perkampungan.

Saking berkembangnya wilayah Pattani, Raja Phaya Tu Nakpa, Penguasa kerajaan Budha Inthira, memindahkan ibu kita pemerintahannya. Dari Kota Mahligai ke Pattani.

Perkampungan ini memang jadi jejak islam pertama. Sekitar 300 tahun sebelum pemindahan ibu kota, penduduk Pattani sudah lebih dulu memeluk agama islam. Sama seperti di Nusantara, para saudagar tak hanya berdagang namun juga berdakwah untuk menyebarkan islam.
Patani, wilayah islam pertama di Thailand.

Kini populasi muslim di Pattani semakin berkembang dan meluas. Selain Pattani ada juga yang didominasi oleh penduduk muslim. Yaitu Provinsi Yala, Satun dan Narathiwat.

Uniknya, mereka tak selalu menggunakan bahasa Thailand. Mereka juga bisa bahasa Melayu, dan juga China. Ini membuat wilayah selatan Thailand jadi lebih berwarna.

Minoritas tak membuat Pattani berbeda. Karena Raja Maha Vajiralongkorn diakui memberikan perhatian khusus kepada masyarakat muslim di Thailand.

Perhatian ini terlihat dalam kunjungannya ke Pattani. Raja sering menghadiri acara-acara keagamaan umat Islam, seperti musabaqah tilawatil Al Quran atau lomba membaca Al Quran, serta peresmian sekolah-sekolah Islam, seperti yang dilansir dari BBC.

Bahkan sekitar tiga minggu lalu, kata Wakil Rektor Universitas Fatoni, Pattani, Thailand selatan, Amad Omar Chapakia, raja juga memberikan dukungan kepada peserta lomba membaca Al Quran di masjid Patani.

“Beliau sendiri yang datang untuk meresmikan acara. Dan ini tampak beliau memberikan keutamaan,” katanya

Thailand selatan telah lama mengalami ketegangan sektarian sehubungan dengan upaya pemberontakan di wilayah mayoritas muslim negeri mayoritas buddha.

“Kalau ada acara berdoa, beliau sendiri turut mengangkat tangan. Biasanya orang-orang Buddha mengambil sikap biasa saja, tidak mengangkat tangan untuk acara orang Islam. Kalau raja ini turut mengangkat tangan,” ucapnya.

Menurut Onanong Thippimol, dosen dari Universitas Thammasat di Bangkok Kedekatan raja dianggap sebagai salah satu upaya meredakan ketegangan yang terjadi disana. Menurutnya, komunitas Muslim di Thailand selatan memiliki kedekatan dengan raja sekarang sebab sejak ia masih menjadi putra mahkota, ia sudah sering melakukan kunjungan ke sana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *