12 Ribu Orang Keluar Afghanistan Sejak Taliban Berkuasa

Berita Taliban Terkini

Buletin Islam | Salah satu pejabat NATO mengatakan bahwa sejak gerilyawan Taliban menduduki ibu kota Kabul, telah ada sekitar 12 ribu warga negara asing dan warga lokal yang bekerja untuk kedutaan besar dan kelompok internasional telah dievakuasi dari Afghanistan.

“Proses evakuasi lambat karena berisiko. Kami tidak ingin bentrokan dalam bentuk apapun dengan anggota Taliban atau warga sipil di luar bandara,” kata pejabat yang enggan disebutkan namanya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (21/8).

Bacaan Lainnya

Beberapa negara diketahui telah berjuang untuk mempercepat proses evakuasi di tengah kekacauan dan laporan kekerasan Taliban.

Sementara, Taliban bertanggung jawab atas kekacauan di bandara. Kekacauan terjadi karena ribuan orang yang putus asa untuk melarikan diri.

Baca Juga:

Taliban, Mulai Dari Taklukkan Afghanistan Hingga Kuasai Istana Kepresidenan

AS Bekukan Aset Senilai Rp. 133 T Dari Taliban Milik Bank Sentral Afghanistan

Pejabat NATO dan Taliban mengatakan terdapat 12 orang yang tewas di dalam dan sekitar bandara. Taliban membawa senjata di sekitar bandara dan mendesak warga yang tak memiliki dokumen perjalanan untuk pulang.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pemerintah juga telah mengevakuasi 26 warga negara Indonesia dari Afghanistan di tengah peningkatan ketidakpastian setelah Taliban menduduki Istana Kepresidenan.

“Alhamdulillah, pemerintah Indonesia telah berhasil mengevakuasi WNI dari Kabul, Afghanistan, dengan pesawat TNI AU,” ujar Retno.

Retno mengatakan bahwa saat ini, pesawat TNI AU yang mengangkut WNI itu sudah berada di Islamabad untuk melanjutkan penerbangan ke Indonesia.

“Tim evakuasi membawa 26 WNI termasuk staff KBRI, 5 WN Filipina, dan 2 WN Afghanistan (suami dari WNI dan staff lokal KBRI),” tulis Retno melalui Twitter.

Situasi di Afghanistan sendiri saat ini sedang tak menentu. Pada Selasa (17/8), pasukan keamanan Amerika Serikat bahkan sempat menghentikan semua penerbangan militer dan sipil di bandara Kabul setelah ribuan warga memenuhi landasan pacu.

Pos terkait