Andrea Kimi Antonelli, Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Sejarah

Andrea Kimi Antonelli, Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Sejarah

Andrea Kimi Antonelli telah menuliskan namanya dalam buku sejarah Formula 1. Pembalap Mercedes itu resmi menjadi juara dunia F1 termuda sepanjang sejarah setelah mengunci gelar di Grand Prix Meksiko dengan koleksi 380 poin dari sembilan kemenangan. Pada usia 20 tahun, Antonelli memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Sebastian Vettel, yang menjadi juara dunia pada usia 23 tahun.

Grand Prix São Paulo akhir pekan ini menjadi akhir pekan pertama bagi Antonelli sebagai juara dunia. Dan ia langsung menunjukkan bahwa gelar itu bukan kebetulan: pada sesi latihan hari Jumat di Interlagos, ia menjadi yang tercepat pada FP2 dengan catatan waktu 1:10,763.

Andrea Kimi Antonelli, juara dunia F1 termuda sepanjang sejarah pada usia 20 tahun. (Foto: Pexels)

Gelar yang Dikunci di Meksiko

Perjalanan Antonelli menuju gelar juara dunia ditutup di Meksiko. Dengan 380 poin dan sembilan kemenangan sepanjang musim, ia memastikan gelar sebelum musim berakhir dan mencatatkan namanya sebagai juara dunia termuda dalam 76 tahun sejarah Formula 1. Di usia 20 tahun, ia melampaui pencapaian para legenda yang menjadi juara dunia di usia yang lebih tua.

Sebelumnya, rekor juara dunia termuda dipegang Sebastian Vettel yang merebut gelar pertamanya pada 2010 di usia 23 tahun. Di belakang Vettel ada Lewis Hamilton yang menjadi juara dunia pada usia 23 tahun dan Fernando Alonso pada usia 24 tahun. Antonelli mematahkan rekor itu dengan selisih tiga tahun penuh, sebuah pencapaian yang menegaskan betapa istimewanya bakat yang dimiliki pembalap Italia itu.

Musim dengan Sembilan Kemenangan

Sembilan kemenangan dalam satu musim menjadi bukti konsistensi Antonelli. Ia tidak hanya cepat di satu atau dua trek, tetapi mampu tampil kompetitif di berbagai karakter sirkuit. Kemenangan-kemenangan itu membawanya mengoleksi 380 poin dan mengunci gelar di Meksiko, ketika para pesaingnya sudah tidak mampu lagi mengejar.

Kecepatan Antonelli juga terlihat pada sesi latihan di Interlagos. Pada FP1 hari Jumat, ia menempati posisi kedua dengan selisih 0,082 detik dari Lando Norris yang menjadi tercepat dengan 1:11,717. Pada FP2, Antonelli membalikkan keadaan dan menjadi yang tercepat dengan 1:10,763, unggul 0,253 detik atas Norris. Max Verstappen berada di posisi ketiga dengan selisih 0,259 detik, diikuti George Russell dengan selisih 0,273 detik dan Oscar Piastri di posisi kelima.

Akhir Pekan Pertama sebagai Juara Dunia

Grand Prix São Paulo menjadi momen yang berbeda bagi Antonelli. Untuk pertama kalinya sepanjang kariernya, ia datang ke sebuah seri sebagai juara dunia. Tekanan untuk memenangi gelar sudah tidak ada, tetapi motivasi untuk memenangi balapan tetap tinggi. Seorang juara dunia yang baru dinobatkan biasanya ingin menunjukkan bahwa ia pantas menyandang gelar itu, dan kemenangan di Interlagos akan menjadi penegasannya.

Namun, para rivalnya tentu tidak akan membiarkan Antonelli menang dengan mudah. Max Verstappen yang mengalami masalah pada setir di kedua sesi latihan tetap menjadi ancaman, begitu pula Norris, Hamilton, dan Russell yang semuanya memburu kemenangan demi posisi di klasemen. Perebutan posisi kedua klasemen pembalap pun masih berlangsung ketat: Verstappen saat ini unggul dua poin atas Hamilton, Russell tertinggal sembilan poin dari Hamilton, dan Leclerc lima poin di belakang Russell.

Baca Juga: Jadwal Lengkap F1 São Paulo: Kualifikasi Sabtu, Balapan Senin 00:00 WIB

Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Qatar 2026: Sprint Sabtu 23.00 WIB, Balapan Minggu 23.00 WIB

Mercedes dan Gelar Konstruktor

Keberhasilan Antonelli juga menjadi bagian dari musim besar Mercedes. Tim asal Jerman itu memimpin klasemen konstruktor dengan keunggulan 126 poin atas Ferrari, dan di Interlagos Mercedes cukup mengungguli Ferrari tiga poin untuk mengunci gelar konstruktor. Bila itu terjadi, Mercedes akan merayakan gelar ganda pada musim yang sama: gelar pembalap untuk Antonelli dan gelar konstruktor untuk tim.

Antonelli yang baru berusia 20 tahun masih berada di awal kariernya, dan para pengamat menilai ia punya peluang untuk menambah gelar di musim-musim berikutnya. Namun, untuk saat ini, fokusnya adalah menutup musim 2026 dengan kemenangan-kemenangan, dimulai dari Interlagos akhir pekan ini.

Jadwal dan Cara Nonton F1 São Paulo

Pada Sabtu, 7 November 2026, FP3 digelar pukul 21.30 WIB, dilanjutkan kualifikasi pada Minggu, 8 November 2026, pukul 01.00 WIB. Balapan utama 71 lap akan berlangsung pada Senin, 9 November 2026, pukul 00.00 WIB, di sirkuit sepanjang 4,309 km. Tidak ada sprint race pada GP São Paulo 2026; formatnya tradisional.

Grand Prix São Paulo 2026 dapat disaksikan secara langsung di Indonesia melalui beIN Sports, termasuk melalui layanan beIN SPORTS CONNECT pada tautan resmi acara: beIN SPORTS CONNECT — São Paulo Grand Prix 2026. Selain itu, tersedia pula layanan resmi F1 TV dan Games Indigo LIVE.

Antonelli yang sudah menjadi juara dunia termuda kini memasuki babak baru dalam kariernya. Apakah ia langsung menambah kemenangan di akhir pekan pertamanya sebagai juara dunia? Jawabannya akan terlihat di Interlagos, mulai Minggu dini hari WIB.

Sumber: Formula 1 (https://www.formula1.com/), beIN Sports (https://connect-id.beinsports.com/).

Pos terkait