Menulis jurnal sering dianggap kegiatan lama yang hanya dilakukan penulis. Padahal, menulis beberapa baris setiap hari dapat membantu siapa pun merapikan pikiran, mengingat hal penting, dan memahami perasaannya sendiri. Jurnal tidak menuntut gaya bahasa indah; yang penting kejujuran dan keteraturan.
Dalam pembahasan pengetahuan tentang kebiasaan belajar, jurnal berguna sebagai catatan proses. Seseorang yang menuliskan rencana, hasil, dan kendala setiap hari akan lebih mudah melihat perkembangan dirinya. Hal yang semula terasa kabur menjadi lebih jelas ketika dituliskan.
Memulai jurnal tidak perlu lama. Cukup sediakan waktu lima hingga sepuluh menit, misalnya sebelum tidur, lalu tuliskan tiga hal: apa yang dikerjakan hari ini, apa yang berjalan baik, dan apa yang ingin diperbaiki esok hari. Bila sulit memulai, menulis satu kalimat saja sudah cukup sebagai permulaan.
Seiring waktu, jurnal menjadi arsip pribadi yang berharga. Membaca kembali catatan lama membantu seseorang mengenali pola, menghargai kemajuan kecil, dan mengambil keputusan dengan lebih tenang. Menulis jurnal, pada akhirnya, adalah cara merawat pikiran agar tetap jernih di tengah kesibukan.
Baca Juga: Pendekatan Coaching untuk Supervisi Akademik | Memahami Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Memenuhi Kebutuhan Murid Secara Individu
Sumber: Kompas.com, “Manfaat Menulis Jurnal Harian untuk Kesehatan Pikiran”
