Sadar lini pertahanannya meninggalkan banyak lubang, Hansi Flick melakukan perubahan di awal babak kedua. Ia memasukkan Lukas Klostermman yang punya karakter defensif untuk Leon Goretzka. Masuknya Klostermann pun mendorong Kimmich kembali bermain sebagai gelandang nomor 6.
Bukannya langsung menekan seperti di babak pertama, Jerman terlihat bermain terburu-buru sehingga kerap kehilangan bola. Kosta Rika pun segera memanfaatkan momen dengan cermat. Beberapa kali ledakan serangan mereka bikin Rudiger dan kolega lebih waspada.
Mendapati Jepang yang unggul atas Spanyol di pertandingan lain, Hansi Flick pun meningkatkan urgensi. Pada menit ke-53, Jerman memasukkan Niklas Fullklrug menggantikan Ilkay Gundogan.
Strategi penuh risiko ini berbuah petaka bagi Jerman. Yeltsin Tejeda malah mampu memanfaatkan bola muntah di depan gawang Jerman menjadi se buah gol. Skor pun imbang 1-1.
Situasi makin terjepit, Hansi Flick memutuskan all out attack dengan memasukkan Kai Havertz dan Mario Goetze menggantikan Thomas Muller dan David Raum. Lagi-lagi, keputusan Hansi Flick terbukti ceroboh. Bukannya menambah gol, malah Jerman yang lagi-lagi kecolongan lewat skema bola mati Kosta Rika.
Kali ini, giliran Juan Vargas yang merobek jala Manuel Neuer di menit ke-70. Skor 2-1 bagi keunggulan Kosta Rika.
