Sementara itu, manajemen RSSA pun mengungkapkan rasa duka cita mereka terkait meninggalnya remaja berusia 17 tahun tersebut. Mereka menyebut bahwa Reyvano sudah berjuang selama 18 hari sebelum akhirnya harus mengembuskan napas terakhirnya.
“Ia langsung masuk ke ICU dengan kondisi napas yang tidak stabil. Selama 18 hari ini, kita berikan alat bantu napas dengan kondisi naik turun,” ucap Kabid Pelayanan Medik RSSA Malang, dr. I Wayan Agung.
“Kita berjuang bersama almarhum selama 18 hari ini, tapi Allah menentukan kehendak lain. Ia dipanggil pada hari ini,” sambungnya.
