7 Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini, Lengkap dengan Perhitungannya

7 Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Sejak Dini, Lengkap dengan Perhitungannya

Biaya pendidikan anak terus naik dari tahun ke tahun. Uang pangkal, SPP, buku, seragam, hingga biaya kuliah di masa depan akan jauh lebih mahal dibandingkan hari ini. Karena itu, menyiapkan dana pendidikan sejak dini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi setiap keluarga. Semakin awal dimulai, semakin ringan beban yang harus ditanggung setiap bulannya.

Artikel ini membahas tujuh cara menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini, lengkap dengan contoh perhitungan berdasarkan inflasi biaya pendidikan. Dengan perencanaan yang tepat, orang tua dapat memastikan anak mendapatkan pendidikan terbaik tanpa harus berutang di kemudian hari.

Foto: SAULO LEITE via Pexels

1. Hitung Kebutuhan dengan Memperhitungkan Inflasi

Langkah pertama adalah menghitung berapa biaya pendidikan yang dibutuhkan, dengan memperhitungkan inflasi. Biaya pendidikan di Indonesia naik cukup tinggi setiap tahun; dalam contoh perhitungan Finansialku, digunakan asumsi inflasi biaya pendidikan sebesar 10 persen per tahun. Artinya, biaya yang hari ini Rp17 juta untuk TK bisa berlipat ganda dalam beberapa tahun ke depan.

Sebagai gambaran, dalam contoh tersebut total biaya pendidikan dari TK hingga universitas sebelum inflasi adalah sekitar Rp205,6 juta, dengan rincian TK Rp17 juta, SD Rp41 juta, SMP Rp37 juta, SMA Rp45,6 juta, dan universitas Rp65 juta. Setelah memperhitungkan inflasi 10 persen per tahun hingga anak menyelesaikan kuliah, total kebutuhan bisa mencapai sekitar Rp905,8 juta. Angka ini memang terlihat besar, tetapi justru menunjukkan mengapa persiapan harus dimulai sejak dini.

2. Tentukan Target per Jenjang Pendidikan

Setelah mengetahui total kebutuhan, pecah target tersebut per jenjang pendidikan. Misalnya, tentukan berapa dana yang harus tersedia saat anak masuk TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah. Dengan membagi target besar menjadi target-target kecil, persiapan terasa lebih terjangkau dan terukur.

Target per jenjang juga membantu orang tua memilih instrumen yang tepat untuk setiap jangka waktu. Dana untuk TK yang dibutuhkan dalam waktu dekat sebaiknya disimpan di tempat yang aman dan mudah dicairkan, sedangkan dana kuliah yang baru dibutuhkan belasan tahun lagi dapat ditempatkan pada instrumen dengan potensi hasil lebih tinggi.

3. Sisihkan Dana di Awal Gajian, Bukan di Akhir Bulan

Prinsip yang paling efektif adalah menyisihkan dana pendidikan di awal gajian, sebelum uang dipakai untuk keperluan lain. Buatlah pemotongan otomatis ke rekening khusus dana pendidikan setiap kali gaji masuk. Cara ini memastikan dana pendidikan selalu terisi, apa pun kondisi pengeluaran bulan itu.

Besaran sisihan dapat disesuaikan dengan kemampuan, misalnya 10 hingga 20 persen dari penghasilan. Yang terpenting adalah konsistensi, bukan besarnya nominal di awal. Seiring naiknya penghasilan, jumlah sisihan dapat ditingkatkan secara bertahap.

4. Pisahkan Rekening Khusus Dana Pendidikan

Buat rekening khusus yang terpisah dari rekening belanja harian. Dengan begitu, dana pendidikan tidak mudah terpakai untuk kebutuhan lain. Rekening khusus ini juga memudahkan orang tua memantau perkembangan dana: apakah sudah sesuai target atau masih perlu ditambah.

Beberapa bank menyediakan produk tabungan pendidikan dengan fitur setoran rutin dan pencairan bertahap sesuai jenjang sekolah. Produk seperti ini dapat membantu disiplin menabung, tetapi tetap perlu dibandingkan biaya dan hasilnya dengan instrumen lain.

Baca Juga: 5 Cara Mengatur Gaji Bulanan agar Tidak Habis di Tengah Bulan
Baca Juga: 5 Cara Mengelola Gaji Pertama dengan Bijak

5. Pilih Instrumen Sesuai Jangka Waktu

Untuk kebutuhan jangka pendek, kurang dari tiga tahun, pilih instrumen yang aman dan likuid, seperti tabungan atau deposito. Untuk kebutuhan jangka menengah dan panjang, seperti dana kuliah yang baru dipakai sepuluh tahun lagi, instrumen seperti reksa dana, obligasi, atau saham dapat dipertimbangkan karena potensi hasilnya lebih tinggi dalam jangka panjang.

Pilih instrumen sesuai dengan profil risiko dan jangka waktu masing-masing target. Jangan menempatkan dana jangka pendek pada instrumen berisiko tinggi, karena nilainya bisa turun tepat saat dana dibutuhkan. Sebaliknya, dana jangka panjang yang hanya disimpan di tabungan biasa akan tergerus inflasi.

6. Pertimbangkan Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan dapat menjadi pelengkap perencanaan dana pendidikan. Produk ini memberikan perlindungan apabila terjadi risiko pada orang tua, seperti sakit kritis atau meninggal dunia, sehingga dana pendidikan anak tetap tersedia. Namun, asuransi bukan pengganti investasi; ia adalah alat perlindungan, bukan alat utama untuk menumbuhkan dana.

Sebelum membeli, pelajari dengan cermat manfaat, premi, dan pengecualiannya. Bandingkan beberapa produk, dan pastikan premi yang dibayar tidak mengganggu kemampuan menabung untuk kebutuhan lainnya.

7. Evaluasi dan Sesuaikan Setiap Tahun

Perencanaan dana pendidikan bukan dokumen yang dibuat sekali lalu dilupakan. Evaluasi setiap tahun: apakah biaya sekolah naik lebih cepat dari perkiraan, apakah penghasilan bertambah, dan apakah target masih realistis. Sesuaikan jumlah sisihan dan pilihan instrumen dengan kondisi terbaru.

Libatkan juga pasangan dalam evaluasi ini, dan ajarkan anak tentang pentingnya pendidikan sejak dini. Anak yang memahami nilai pendidikan akan lebih menghargai usaha orang tuanya dan lebih termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Penutup

Menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini adalah bentuk cinta dan tanggung jawab orang tua. Dengan menghitung kebutuhan secara jujur, memperhitungkan inflasi, menyisihkan di awal gajian, dan memilih instrumen yang tepat, target ratusan juta rupiah dapat dicapai secara bertahap. Mulailah hari ini, dari nominal yang sanggup, karena waktu adalah sekutu terbesar dalam perencanaan keuangan.

Sumber: Finansialku – Ketahui Cara Menghitung Dana Pendidikan Anak, Jangan Lupa Inflasi! – https://www.finansialku.com/perencana-keuangan/orangtua-butuh-tahu-cara-menghitung-dana-pendidikan-anak/

Pos terkait