Naskah Khutbah Jumat Singkat-Tema “Keutamaan, Amalan Dan Peristiwa Di Bulan Muharram”-13 Agustus 2021

Berita Bulan Muharram

Buletin Islam | Bulan Muharram, merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah/ Qomariah, setelah sebelumnya ada bulan Dzul Hijjah.

Muharram juga masuk dalam kategori “Asyhurul Hurum” (Bulan-bulan yang diharamkan), artinya bulan mulia yang dilarang ada pertumpahan darah / peperangan.

Bacaan Lainnya

Bulan ini juga memiliki banyak keutamaan, dan keistimewaan, antara lain adanya puasa sunnah Tasu’a dan Asyura’.

Berikut ini kami bagikan Contoh Materi Khutbah Singkat berhubungan dengan Bulan Muharram

Teks Naskah Khutbah Jumat-Tema Keutamaan, Amalan Dan Peristiwa Di Bulan Muharram

Contoh Khutbah Jumat Singkat berikut kami ambilkan dari sumber terpecaya, dan sudah disempurnakan dengan dalil al-Quran, hadits mapun pendapat para ulama.

Anda tentu bisa menambahkan keterangan lain sehingga penjelasannya lebih banyak.

Jika tertarik, anda bisa mengunduhnya pada link yang kami siapkan di akhir tulisan.

Baca Juga :

Naskah Khutbah Jumat Singkat Tema Mengungkap 5 Hikmah Di Balik Pandemi Corona

Materi Khutbah Jumat Singkat Dzul Hijjah Tema Putus Asa Dilarang Agama

Khutbah Pertama


اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقَهُ الْقُرْآنُ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مُوْسٰى بِاٰيٰتِنَآ اَنْ اَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ەۙ وَذَكِّرْهُمْ بِاَيّٰىمِ اللّٰهِ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُوْرٍ (إبراهيم: ٥)

Hadirin Jamaah Jum’ah Yang Dirahmati Allah swt., Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan.

Kaum Muslimin yang berbahagia, Beberapa hari lagi kita akan meninggalkan Dzulhijjah, bulan terakhir di tahun 1442 H dan memasuki Muharram, bulan pertama di tahun baru 1443 H.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Muharram adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan (al-Asyhur al-Hurum).

Empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Di antara amalan bulan Muharram adalah:

Pertama, memperbanyak puasa sebagaimana disabdakan oleh Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَفْضَلُ الصَّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ (رواه مسلم)

Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa bulan Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam” (HR Muslim)

Hadirin Jamaah Jum’ah Yang Dirahmati Allah swt., Hadits di atas secara jelas menyatakan bahwa kita disunnahkan berpuasa di bulan Muharram, terutama pada hari kesepuluh Muharram yang disebut dengan puasa ‘Asyura’. Begitu juga hari kesembilan yang disebut puasa tasu’a’.

Bahkan Imam Syafi’i menyatakan dalam kitab al-Umm bahwa disunnahkan puasa tiga hari sekaligus, yaitu 9, 10 dan 11 Muharram.

Ketika ditanya mengenai puasa ‘Asyura’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Artinya: “Menghapus dosa setahun yang telah berlalu” (HR Muslim)

Kedua, kita disunnahkan untuk meluaskan belanja kepada keluarga pada hari kesepuluh Muharram.

Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Pos terkait