Kidulting: Kembali Menekuni Hobi Masa Kecil, Cara Dewasa Meredakan Stres

Manga One Piece

Di tengah rutinitas yang padat, semakin banyak orang dewasa yang kembali menekuni kesenangan masa kecilnya. Ada yang mengoleksi figur, merakit balok susun, menggambar, hingga bermain gim sepulang kerja. Kebiasaan ini dikenal dengan sebutan kidulting, dan kini ia menjadi tren gaya hidup yang dibicarakan luas.

Istilah kidulting merupakan gabungan dari dua kata bahasa Inggris, kid yang berarti anak-anak dan adult yang berarti dewasa. Sederhananya, kidulting adalah kebiasaan orang dewasa yang menikmati kembali aktivitas dan hobi yang identik dengan masa kanak-kanak. Wujudnya beragam, mulai dari mengoleksi mainan, merakit balok, bermain gim, membuat kerajinan tangan, sampai menghadiri acara bertema anime dan komik.

Seberapa luas tren ini? Laman Real Simple pada Kamis, 29 Oktober, mengutip survei lembaga riset dan analisis pasar Harris Poll bertajuk The Rise of Kidulting Report. Hasilnya, delapan dari sepuluh orang dewasa mengaku melakukan aktivitas bermain. Angkanya bahkan melonjak menjadi 95 persen di kalangan Generasi Z. Survei tersebut melibatkan 2.158 warga Amerika Serikat berusia 18 tahun ke atas, sehingga gambaran ini bukan sekadar anekdot media sosial, melainkan pola perilaku yang terukur.

Dari sisi psikologis, ada penjelasan yang masuk akal di balik daya tariknya. Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Lolly Coleman, menilai bahwa menekuni kembali aktivitas yang disukai saat kecil dapat membantu orang dewasa merasa lebih bahagia dan lebih hadir pada momen yang sedang dijalani. Aktivitas yang dikerjakan dengan tangan, seperti menggambar, merakit mainan, dan membuat kerajinan, juga memberi jeda dari layar dan tuntutan yang serba cepat. Dengan kata lain, bermain menjadi cara sederhana untuk mengistirahatkan pikiran tanpa harus pergi jauh.

Namun kidulting bukan berarti lari dari tanggung jawab. Coleman mengingatkan agar hobi ini tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kewajiban sehari-hari. Hobi yang menyenangkan bisa berubah menjadi masalah apabila mulai mengganggu pekerjaan, keluarga, atau aktivitas penting lainnya. Kuncinya adalah proporsi: bermain secukupnya, bukan sampai mengorbankan hal-hal yang harus diselesaikan.

Agar tetap sehat, ada beberapa cara yang bisa diterapkan. Pertama, pilih hobi yang biayanya terjangkau dan tidak memaksa dompet. Menggambar, merakit dari bahan yang sudah ada, atau bermain gim lama sering kali cukup untuk menghadirkan rasa senang. Kedua, beri waktu khusus yang singkat, misalnya setengah jam setelah bekerja, agar hobi tidak menggerus jam tidur. Ketiga, ajak orang terdekat, karena bermain bersama keluarga atau teman membuat pengalaman terasa lebih hangat dan tidak terasa menyendiri.

Pada akhirnya, kidulting mengingatkan bahwa menjadi dewasa tidak harus berarti meninggalkan semua kesenangan masa kecil. Bermain dengan sadar justru bisa menjadi penyeimbang: pikiran lebih segar, suasana hati membaik, dan energi untuk menghadapi esok hari ikut pulih. Selama dijalani dengan batas yang jelas, hobi masa kecil itu sah-sah saja menjadi bagian dari gaya hidup orang dewasa masa kini.

Baca Juga:

Sumber: ANTARA – Tren “kidulting”, orang dewasa kembali menikmati hobi masa kecil

Pos terkait