Ban adalah satu-satunya bagian motor yang bersentuhan langsung dengan jalan, sehingga kondisinya sangat menentukan keselamatan berkendara. Ban yang sudah aus, retak, atau berubah bentuk tidak hanya membuat motor terasa tidak nyaman, tetapi juga mengurangi cengkeraman, memperpanjang jarak pengereman, dan meningkatkan risiko selip, terutama di jalan basah. Sayangnya, banyak pengendara baru menyadari masalah ban setelah terjadi kejadian yang tidak diinginkan, padahal tanda-tandanya biasanya sudah terlihat jauh sebelumnya melalui pemeriksaan visual sederhana yang bisa dilakukan di rumah.
Panduan keselamatan ban dari Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) menekankan pentingnya memeriksa tekanan ban, keausan tapak, serta kondisi ban secara berkala, karena ban yang kurang angin, aus, atau rusak dapat membahayakan keselamatan. Prinsip yang sama berlaku untuk ban motor, meskipun bentuk dan ukurannya berbeda dari ban mobil. Memeriksa ban bukan pekerjaan yang rumit: cukup meluangkan waktu beberapa menit untuk melihat tapak, dinding samping, dan bentuk ban secara keseluruhan, serta merasakan apakah motor berjalan dengan stabil atau mulai bergetar secara tidak biasa.

1. Tapak ban sudah tipis dan kembangan hampir hilang. Tanda pertama yang paling mudah dikenali adalah kembangan ban yang menipis, sehingga alur yang semula dalam kini tampak dangkal dan hampir rata dengan permukaan ban. Pada kondisi ini, ban kehilangan kemampuan membuang air dan mencengkeram jalan, sehingga motor lebih mudah selip saat hujan atau saat mengerem mendadak. Jika kembangan sudah sangat tipis, jangan menunda penggantian dengan alasan masih bisa dipakai sebentar, karena kondisi jalan yang tidak terduga bisa membuat ban yang sudah aus menjadi tidak aman dalam sekejap.
2. Dinding samping retak, benjol, atau terkelupas. Tanda kedua adalah retakan halus maupun retakan yang lebih jelas pada dinding samping ban, serta benjolan yang menandakan struktur dalam ban sudah melemah. Retakan bisa muncul karena usia, paparan panas, atau benturan dengan lubang dan trotoar, sedangkan benjolan sering muncul setelah ban menghantam benda keras. Ban dengan dinding yang retak atau benjol sebaiknya tidak lagi dipakai untuk perjalanan jauh, karena dinding yang lemah lebih rentan pecah saat menerima beban dan tekanan dalam kecepatan tinggi.
Baca Juga: Apakah Wajar Ban Motor Belakang Emang Lebih Cepat Gundul ? dan Motor Siaga Musim Hujan: Perawatan Sederhana agar Tetap Aman di Jalan Basah
3. Ban sering kempis dan tekanan cepat turun. Tanda ketiga adalah ban yang sering kehilangan tekanan meskipun sudah dipompa sesuai anjuran, karena hal ini bisa menandakan kebocoran halus, pentil yang bermasalah, atau kerusakan pada pelek dan dinding ban. Ban yang kurang angin membuat motor terasa berat, boros bahan bakar, dan tapaknya aus tidak merata, sehingga masalah kecil bisa berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar. Periksalah tekanan ban saat ban dalam keadaan dingin, sesuai anjuran pada buku panduan motor, dan bila tekanan terus turun dalam waktu singkat, bawalah motor ke bengkel untuk diperiksa sebelum dipakai jarak jauh.
4. Keausan tidak merata dan motor terasa bergetar. Tanda keempat adalah tapak ban yang aus hanya di satu sisi atau di tengah saja, serta getaran atau goyangan yang terasa pada setang dan bodi motor saat berjalan. Keausan tidak merata bisa disebabkan oleh tekanan ban yang tidak sesuai, beban yang tidak seimbang, atau komponen kaki-kaki yang bermasalah, sedangkan getaran bisa menjadi tanda ban sudah tidak bulat sempurna atau ada kerusakan di dalamnya. Bila motor terasa bergetar padahal jalan relatif rata, jangan mengabaikannya sebagai hal biasa; pemeriksaan di bengkel dapat membantu memastikan apakah penyebabnya ban, pelek, atau bagian lain yang perlu diperbaiki.
5. Ban sudah tua, mengeras, atau pernah tertusuk dan ditambal berulang kali. Tanda kelima adalah ban yang sudah berusia lama dan terasa mengeras, meskipun kembangannya masih tampak cukup, karena karet yang menua kehilangan kelenturan dan daya cengkeramnya. Ban yang pernah tertusuk benda tajam dan ditambal berkali-kali juga perlu diwaspadai, terutama bila tambalan berada di dinding samping atau kerusakan sebelumnya cukup besar. Usia dan riwayat kerusakan adalah pertimbangan penting, karena ban yang tampak baik dari luar belum tentu masih aman dari dalam, dan penggantian tepat waktu jauh lebih murah daripada risiko kecelakaan.
Jika menemukan salah satu tanda di atas, langkah yang paling aman adalah mengurangi kecepatan, menghindari perjalanan jauh, dan segera memeriksakan ban ke bengkel terpercaya. Pilihlah ban pengganti dengan ukuran dan spesifikasi yang sesuai dengan buku panduan motor, bukan sekadar yang paling murah atau paling besar, karena ukuran yang tidak sesuai dapat mengubah handling dan keamanan motor. Setelah ban baru terpasang, periksalah tekanan secara berkala dan biasakan memeriksa ban secara visual setiap minggu, misalnya sebelum mencuci motor atau sebelum perjalanan jauh, agar tanda kerusakan dapat dikenali lebih awal.
Pada akhirnya, ban motor yang baik bukan sekadar ban yang masih bisa menggelinding, melainkan ban yang masih mampu mencengkeram, membuang air, dan menahan beban dengan aman. Lima tanda di atas adalah pengingat sederhana agar pengendara tidak menunggu sampai ban benar-benar gundul atau pecah untuk bertindak. Dengan pemeriksaan rutin, tekanan yang tepat, dan penggantian tepat waktu, motor akan terasa lebih stabil, pengereman lebih percaya diri, dan perjalanan sehari-hari menjadi lebih aman bagi pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Sumber: NHTSA TireWise — Tire Safety Ratings and Awareness, https://www.nhtsa.gov/vehicle-safety/tires