Banyak pencinta buku mengaku menyukai bau buku lama. Aroma kertas yang menguning, tinta, dan debu perpustakaan terasa menenangkan, bahkan membangkitkan kenangan. Ternyata, ada penjelasan sederhana di balik kesukaan itu.
Bau buku lama berasal dari senyawa yang dilepaskan kertas dan tinta seiring waktu. Otak mengaitkan aroma tersebut dengan pengalaman membaca: masa sekolah, perpustakaan yang sunyi, atau sore yang dihabiskan bersama cerita.
Karena penciuman terhubung erat dengan pusat emosi dan ingatan, bau buku lama bisa memicu kenangan lebih kuat daripada foto. Inilah sebabnya aroma tertentu terasa sangat personal, meski orang lain tidak merasakannya sama.
Baca Juga: Mengapa Bau Hujan Terasa Menenangkan dan Apa yang Terjadi di Otak Kita dan Mengapa Kita Mudah Lupa dan Cara Sederhana Membuat Ingatan Lebih Kuat
Selain kenangan, bau buku lama juga memberi rasa nyaman karena asosiasinya dengan ketenangan. Membaca biasanya dilakukan dalam keadaan rileks, sehingga aroma buku ikut terekam sebagai bagian dari suasana itu.
Jika Anda ingin merawat buku lama, simpan di tempat kering, tidak lembap, dan jauh dari sinar matahari langsung. Buku yang terawat akan tetap harum dan awet untuk dibaca kembali.
Pada akhirnya, kesukaan pada bau buku lama mengingatkan kita bahwa ingatan tidak hanya tersimpan dalam kata-kata, tetapi juga dalam aroma yang pernah menyertai hidup kita.
Sumber
- Mayo Clinic — Stress relievers: Tips to tame stress
- Centers for Disease Control and Prevention — Food choices