Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kini menjadi beban berat bagi pariwisata Asia Tenggara. Aktivitas perjalanan yang biasanya ramai justru melambat, karena udara yang memburuk membuat banyak wisatawan menunda atau membatalkan rencana mereka. Dampaknya tidak hanya dirasakan di satu kota, tetapi meluas ke beberapa negara tetangga.
Pada 20 Oktober 2026, pemantauan kualitas udara mencatat tiga kota besar di kawasan ini masuk dalam daftar kota dengan udara terburuk, termasuk Jakarta dan Singapura. Di Indonesia, kabut asap juga mengganggu penerbangan, baik domestik maupun internasional, sehingga perjalanan wisata menjadi tidak pasti. Kawasan alam pun ikut terdampak, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah yang menjadi habitat penting bagi orangutan.
Singapura merasakan tekanan yang cukup nyata. Selama 5 hingga 23 Oktober 2026, negara itu mengalami 19 hari berturut-turut dengan kualitas udara yang tidak sehat. Sejumlah wisatawan mengubah jadwal perjalanan untuk mengurangi paparan asap. Penyedia tur jalan kaki dan bersepeda di sana mencatat penjualan tiket turun 20 hingga 30 persen sejak September 2026.
Angka kunjungan pun menunjukkan pelemahan. Singapore Tourism Board mencatat kunjungan wisatawan internasional pada September 2026 hanya 1,23 juta, lebih rendah dari capaian bulan sebelumnya. Malaysia mengalami nasib serupa: operator tur melaporkan gelombang pembatalan untuk jadwal November 2026, sementara pemesanan hotel di Johor merosot sekitar 20 persen dalam beberapa pekan terakhir. Informasi seputar destinasi dan perjalanan lainnya dapat dibaca di arsip wisata Buletin Islam.
Untuk menanggulangi kebakaran, pemerintah mengerahkan pemadaman darat dan udara di Sumatra dan Kalimantan, termasuk penyemaian es kering di atas Palembang. Namun, bagi pelaku wisata, pemulihan tidak bisa instan: kepercayaan wisatawan perlu dibangun kembali lewat udara yang lebih bersih, jadwal perjalanan yang stabil, dan informasi yang jujur. Pariwisata yang sehat pada akhirnya bergantung pada lingkungan yang terjaga.
Baca Juga: Villa Keluarga 4 Kamar Tipe M50, Di Batu Malang dekat Jatim Park | Villa Keluarga Tipe Pinus M25 Batu Malang, Fasilitas Premium Harga Murah
Sumber: CNN Indonesia — Karhutla Ganggu Pariwisata Asia Tenggara, Kunjungan Wisatawan Anjlok (29 Oktober 2026).
