Karhutla TN Sembilang Terus Dipadamkan, 72 Ribu Liter Air Disiram dengan Water Bombing

Karhutla TN Sembilang Terus Dipadamkan, 72 Ribu Liter Air Disiram dengan Water Bombing

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Sembilang (TN Sembilang), Sumatera Selatan, masih terus berlanjut. Hingga Jumat, 6 November 2026, area yang terbakar di kawasan taman nasional tersebut masih berasap meski upaya pemadaman telah dilakukan secara intensif. Sebanyak 72 ribu liter air telah disiramkan ke titik-titik api melalui operasi water bombing menggunakan helikopter. Namun, luas lahan yang berhasil dipadamkan hingga kini baru mencapai 4 hektare dari total 26 hektare yang terbakar.

Pemadaman karhutla di TN Sembilang telah memasuki hari keenam sejak kebakaran pertama kali terdeteksi. Dua helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api dari udara, sementara tim darat terus berupaya menjangkau titik-titik api yang berada di kawasan yang sulit diakses. Medan yang berat dan lokasi yang jauh dari permukiman membuat upaya pemadaman menjadi sangat menantang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan tim gabungan terus bekerja tanpa henti agar kebakaran tidak semakin meluas.

Bacaan Lainnya

Karhutla TN Sembilang Terus Dipadamkan, 72 Ribu Liter Air Disiram dengan Water Bombing

18 Kali Water Bombing, Baru 4 Hektare yang Padam

Meski sudah dilakukan 18 kali water bombing dengan total 72 ribu liter air, kondisi di TN Sembilang masih berasap. Area yang berhasil dipadamkan baru mencapai 4 hektare dari 26 hektare lahan yang terbakar. Angka ini menunjukkan betapa sulitnya memadamkan kebakaran di kawasan taman nasional yang memiliki vegetasi rapat dan lahan gambut. Api di lahan gambut dapat menyala di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan hanya dengan penyiraman dari udara, sehingga tim darat harus memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, pada Rabu, 4 November 2026, kebakaran di TN Sembilang sempat meluas hingga 13 hektare. Upaya pemadaman kala itu terus dilakukan dengan helikopter water bombing dan dibantu hujan yang turun di kawasan tersebut. Namun setelah itu luas kebakaran justru bertambah menjadi 26 hektare pada 5 November 2026. Kenaikan luas ini menunjukkan api masih terus menjalar dan membutuhkan penanganan yang lebih intensif dari seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga: Doa Ketika Turun Hujan: Arab, Latin, dan Artinya

Karhutla di Dua Daerah OKI Juga Masih Berlanjut

Selain di TN Sembilang, karhutla di dua daerah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, juga masih berlanjut. Tim gabungan melakukan pemadaman dengan water bombing dan operasi modifikasi cuaca untuk mengendalikan api. Operasi modifikasi cuaca dilakukan dengan harapan dapat memicu turunnya hujan di kawasan yang terbakar, sehingga api dapat padam secara alami. Kombinasi penyiraman dari udara dan upaya memancing hujan menjadi strategi utama dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Taman Nasional Sembilang merupakan kawasan konservasi yang memiliki nilai penting bagi keanekaragaman hayati di Sumatera Selatan. Kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa dan tumbuhan serta berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah pesisir. Kebakaran yang terjadi di kawasan ini tidak hanya merusak hutan, tetapi juga mengancam satwa liar dan mengganggu kualitas udara di sekitarnya. Asap dari kebakaran hutan dapat membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

Pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait diharapkan terus meningkatkan upaya pencegahan karhutla di masa mendatang. Pencegahan jauh lebih efektif dan murah dibandingkan pemadaman setelah kebakaran meluas. Patroli rutin di kawasan rawan kebakaran, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membakar lahan menjadi langkah-langkah yang perlu terus diperkuat. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat adanya titik api.

Semoga kebakaran di TN Sembilang dan wilayah lainnya di Sumatera Selatan segera berhasil dipadamkan dan tidak kembali meluas. Kerja keras tim pemadam, petugas BNPB, dan seluruh relawan patut diapresiasi karena mereka bertaruh dengan keselamatan diri demi melindungi hutan dan masyarakat. Mari kita dukung upaya pencegahan karhutla dengan menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan. Kelestarian hutan adalah tanggung jawab kita bersama, demi udara yang bersih dan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Sumber:
https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8740872/72-ribu-liter-air-siram-tn-sembilang-kondisi-masih-berasap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *