Sebelum memulai perjalanan, umat Islam dianjurkan membaca doa naik kendaraan. Doa ini mengingatkan kita bahwa kendaraan hanyalah sarana, sedangkan keselamatan sepenuhnya berada dalam penjagaan Allah.
Doa naik kendaraan yang masyhur adalah: سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَإِنَّا إِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. Latinnya: “Subhânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn, wa innâ ilâ rabbinâ lamunqalibûn.” Artinya: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Membaca doa sebelum berangkat sebaiknya dibarengi dengan persiapan yang baik: memeriksa kondisi kendaraan, memakai sabuk pengaman, dan merencanakan rute. Doa tidak menggantikan kehati-hatian, tetapi menyempurnakannya dengan tawakal.
Baca Juga: Doa Keluar Rumah Lengkap: Arab, Latin, Artinya, dan Adab Menjaga Diri di Perjalanan dan Doa Masuk Rumah Lengkap: Arab, Latin, Artinya, dan Adab Membawa Ketenangan ke Dalam Rumah
Selama perjalanan, jaga adab: tidak ugal-ugalan, menghormati pengguna jalan lain, dan beristirahat bila mengantuk. Keselamatan bersama adalah bagian dari amanah di jalan raya.
Saat tiba di tujuan, ucapkan syukur karena telah sampai dengan selamat. Kebiasaan kecil ini membuat perjalanan terasa lebih bermakna, bukan sekadar perpindahan tempat.
Ajarkan doa ini kepada anak sejak dini, agar setiap perjalanan mereka kelak diawali dengan kesadaran bahwa Allah selalu menyertai.
Sumber
- NU Online — NU Online
- Kementerian Agama RI — Kementerian Agama RI
