Transportasi adalah salah satu pengeluaran rutin yang paling mudah membengkak tanpa disadari. Ongkos ojek, bahan bakar, parkir, tol, dan perawatan kendaraan, jika dijumlahkan selama sebulan, bisa menjadi jumlah yang cukup besar. Kabar baiknya, pengeluaran ini dapat ditekan tanpa harus mengorbankan mobilitas, asalkan direncanakan dengan cermat. Kuncinya adalah membedakan kebutuhan dan keinginan, mencatat pengeluaran, dan memilih moda yang paling efisien untuk setiap perjalanan.
Artikel ini menyajikan tujuh cara praktis menghemat pengeluaran transportasi harian, sejalan dengan prinsip pengelolaan keuangan terencana yang diajarkan OJK melalui Sikapi Uangmu: susun anggaran, bedakan kebutuhan dan keinginan, dan evaluasi secara berkala. Cara-cara ini dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing, baik bagi pengguna kendaraan pribadi, transportasi umum, maupun ojek daring.

1. Buat Anggaran Transportasi Bulanan
Langkah pertama adalah menetapkan anggaran khusus transportasi setiap bulan, terpisah dari anggaran makan, tagihan, dan tabungan. Hitung rata-rata pengeluaran transportasi selama dua hingga tiga bulan terakhir, lalu tetapkan batas yang realistis. Misalnya, jika selama ini ongkos ojek dan bahan bakar menghabiskan jumlah tertentu, tetapkan batas sedikit di bawahnya sebagai target penghematan. Anggaran yang tertulis membuat seseorang lebih sadar setiap kali akan memesan kendaraan atau mengisi bahan bakar, karena ia tahu batasnya.
2. Manfaatkan Transportasi Umum untuk Rute Tetap
Untuk perjalanan rutin seperti pergi dan pulang kerja atau sekolah, transportasi umum biasanya jauh lebih murah daripada kendaraan pribadi atau ojek daring setiap hari. Bus, kereta komuter, dan angkutan umum lain memiliki tarif tetap yang dapat dihitung dengan pasti. Jika tersedia kartu atau paket langganan, manfaatkan karena biasanya lebih hemat daripada membayar per perjalanan. Waktu tempuh mungkin sedikit lebih lama, tetapi selisih biayanya selama sebulan bisa digunakan untuk tabungan atau kebutuhan lain.
3. Gabungkan Perjalanan dan Hindari Perjalanan Kosong
Sering kali pengeluaran membengkak karena banyak perjalanan bolak-balik untuk urusan yang sebenarnya bisa digabung. Biasakan mengelompokkan keperluan: belanja, mengurus dokumen, dan mengunjungi kerabat dalam satu rute yang sama, daripada pergi terpisah pada hari yang berbeda. Buat daftar keperluan sebelum berangkat agar tidak ada yang tertinggal dan memaksa perjalanan tambahan. Selain menghemat ongkos, cara ini juga menghemat waktu dan tenaga.
4. Berbagi Kendaraan dan Berbagi Tumpangan
Jika rekan kerja atau tetangga memiliki rute yang sama, berbagi tumpangan dapat memangkas biaya bahan bakar dan parkir secara signifikan. Giliran mengemudi dapat diatur secara adil, misalnya bergantian setiap minggu. Untuk perjalanan yang lebih pendek, pertimbangkan berjalan kaki atau bersepeda bila aman dan memungkinkan. Selain gratis, berjalan kaki dan bersepeda juga menyehatkan. Kuncinya adalah memilih moda sesuai jarak: jalan kaki untuk jarak sangat dekat, sepeda untuk jarak menengah, dan kendaraan bermotor untuk jarak jauh.
Baca Juga: 7 Cara Mengurangi Pengeluaran yang Tidak Disadari Setiap Bulan | 5 Cara Mengatur Gaji Bulanan agar Tidak Habis di Tengah Bulan
5. Rawat Kendaraan agar Tidak Boros
Kendaraan yang terawat cenderung lebih hemat bahan bakar dan jarang rusak. Tekanan ban yang sesuai, oli yang diganti tepat waktu, dan filter udara yang bersih membantu mesin bekerja lebih efisien. Gaya berkendara juga berpengaruh: akselerasi mendadak dan kecepatan tinggi terus-menerus membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Berkendaralah dengan halus, jaga kecepatan stabil, dan matikan mesin saat berhenti lama. Biaya perawatan rutin memang ada, tetapi jauh lebih kecil daripada biaya perbaikan besar akibat kendaraan yang diabaikan.
6. Bijak Menggunakan Ojek Daring
Ojek daring memang praktis, tetapi tarifnya dapat naik pada jam sibuk atau saat cuaca buruk. Untuk menghemat, gunakan ojek daring hanya bila benar-benar perlu, misalnya saat membawa barang banyak, terburu-buru, atau tidak ada transportasi umum. Bandingkan tarif antar aplikasi, manfaatkan promo yang memang sesuai kebutuhan, dan hindari memesan untuk jarak yang sebenarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Tetapkan pula batas, misalnya maksimal sekian kali dalam seminggu, agar pengeluaran ojek daring tidak lepas kendali.
7. Catat, Evaluasi, dan Sisihkan Selisihnya
Terakhir, catat semua pengeluaran transportasi, sekecil apa pun, selama sebulan. Catatan ini akan memperlihatkan pola: hari apa pengeluaran paling besar, moda apa yang paling boros, dan perjalanan apa yang sebenarnya bisa dihindari. Evaluasi catatan tersebut setiap akhir bulan, lalu perbaiki rencana untuk bulan berikutnya. Selisih penghematan yang berhasil dicapai sebaiknya langsung disisihkan ke tabungan, agar tidak habis untuk pengeluaran lain. Dengan cara ini, penghematan transportasi benar-benar terasa manfaatnya.
Penutup
Menghemat pengeluaran transportasi harian bukan tentang membatasi gerak, melainkan tentang bergerak dengan lebih cerdas: merencanakan anggaran, memilih moda yang tepat, menggabungkan perjalanan, dan merawat kendaraan. Mulailah dari satu langkah yang paling mudah, misalnya mencatat pengeluaran selama seminggu atau mencoba transportasi umum untuk rute kerja. Sedikit demi sedikit, penghematan itu akan terkumpul dan memberi ruang lebih lega bagi keuangan keluarga.
Sumber:
- OJK Sikapi Uangmu, Mewujudkan Impian Keluarga dengan Pengelolaan Keuangan yang Terencana, diakses 4 November 2026