Buletin Islam — Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain, baik dalam suka maupun duka. Dalam Islam, hubungan antar sesama muslim diikat oleh tali persaudaraan yang disebut ukhuwah. Ukhuwah bukan sekadar hubungan pertemanan biasa, melainkan ikatan yang dibangun atas dasar iman dan kecintaan karena Allah. Menjaga persaudaraan ini memiliki banyak hikmah, baik bagi diri sendiri, bagi masyarakat, maupun bagi umat secara keseluruhan.
Persaudaraan dalam Islam ditegaskan dalam Al-Quran. Allah SWT berfirman bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Ayat ini menjadi landasan bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tanpa memandang suku, bangsa, atau latar belakang. Dari ikatan inilah lahir sikap saling tolong-menolong, saling menasihati, dan saling mendoakan. Berikut ini sembilan hikmah menjaga persaudaraan sebagaimana dijelaskan oleh BAZNAS.

Hikmah pertama adalah menumbuhkan cinta karena Allah. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri (HR Bukhari dan Muslim). Hadits ini mengajarkan bahwa persaudaraan yang sejati lahir dari keimanan. Ketika kita mencintai saudara kita karena Allah, bukan karena kepentingan dunia, maka hubungan itu menjadi lebih tulus dan langgeng.
Baca Juga: Hikmah Memaafkan: Melepaskan Dendam dan Meraih Ketenangan Hati | Hikmah Menepati Janji: Kesetiaan pada Ucapan dan Perjanjian
Solidaritas, Toleransi, dan Empati
Hikmah kedua adalah memperkuat solidaritas dan gotong royong. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 2 agar kita saling tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan, dan jangan saling tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Persaudaraan mendorong kita untuk peduli kepada saudara yang membutuhkan, baik melalui bantuan materi, tenaga, maupun doa. Masyarakat yang saling menolong akan lebih kuat menghadapi berbagai kesulitan.
Hikmah ketiga adalah menumbuhkan sikap toleransi. Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya (HR Bukhari dan Muslim). Sebagai saudara, kita tidak boleh menzalimi, merendahkan, atau membiarkan saudara kita dalam kesulitan. Toleransi berarti menerima perbedaan pendapat dan latar belakang dengan lapang dada, selama tidak melanggar ajaran agama. Sikap ini sangat penting di tengah masyarakat yang beragam.
Hikmah keempat adalah melatih empati. Rasulullah SAW menggambarkan kaum mukmin seperti satu tubuh: apabila satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit dan tidak bisa tidur (HR Muslim). Perumpamaan ini mengajarkan kita untuk peka terhadap penderitaan orang lain. Ketika saudara kita sedang susah, kita ikut merasakan dan berusaha membantu, bukan justru bersikap acuh tak acuh.
Penguat Iman dan Keberkahan Rezeki
Hikmah kelima adalah menguatkan iman. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-‘Asr ayat 3 bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran termasuk golongan yang beruntung. Persaudaraan yang baik membuat kita saling mengingatkan dalam kebaikan. Teman yang saleh akan mengajak kita kepada kebaikan, sedangkan teman yang buruk dapat menjerumuskan kita kepada kemaksiatan. Karena itu, memilih lingkungan pergaulan yang baik adalah bagian dari menjaga iman.
Hikmah keenam adalah mendatangkan keberkahan rezeki. Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi (HR Tirmidzi). Menjaga persaudaraan dan silaturahmi membuka pintu rezeki, baik dalam bentuk materi maupun dalam bentuk kelapangan hati dan umur yang berkah. Rezeki yang berkah bukan hanya banyak, tetapi juga membawa ketenangan.
Kekuatan Umat, Kedamaian, dan Ridha Allah
Hikmah ketujuh adalah memperkuat umat. Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 103 agar kita berpegang teguh pada tali Allah dan jangan bercerai-berai. Persatuan adalah kekuatan, sedangkan perpecahan adalah kelemahan. Ketika umat bersatu dalam persaudaraan, mereka akan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari luar.
Hikmah kedelapan adalah menciptakan kedamaian. Rasulullah SAW bersabda bahwa seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya (HR Bukhari dan Muslim). Persaudaraan yang dijaga dengan baik membuat masyarakat menjadi aman dan damai, karena tidak ada yang saling menyakiti, baik dengan ucapan maupun perbuatan. Kedamaian ini adalah nikmat yang sangat berharga.
Hikmah kesembilan adalah meraih ridha Allah dan naungan-Nya di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda bahwa di antara orang-orang yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah (HR Muslim). Persaudaraan yang dibangun karena Allah akan berbuah manis di akhirat kelak. Inilah hikmah tertinggi dari menjaga persaudaraan.
Menjaga persaudaraan bukanlah hal yang sulit, tetapi membutuhkan kesungguhan. Mulailah dari hal-hal kecil: mengucapkan salam, mendoakan saudara kita, membantu ketika ia membutuhkan, memaafkan kesalahannya, dan menepati janji kepadanya. Dengan menjaga ukhuwah, kita tidak hanya mempererat hubungan antar sesama, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang menjaga persaudaraan dengan baik. Aamiin.
Sumber: BAZNAS — 9 Hikmah Ukhuwah Islamiyah dalam Persaudaraan — https://baznas.go.id/artikel-show/9-Hikmah-Ukhuwah-Islamiyah-dalam-Persaudaraan/1937






