
Foto: Paket bantuan berlabel makanan dan obat-obatan. Kredit foto: RDNE Stock project via Pexels.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Sebanyak 4.520 paket bahan pokok makanan senilai Rp2,6 miliar diberangkatkan dari Ismailia, Mesir, pada Kamis (29/10), menggunakan lima truk kontainer, untuk membantu warga yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menjelaskan, pengiriman kali ini memuat sekitar 25 jenis bahan makanan yang disesuaikan dengan selera penerima. Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, ia menyampaikan, “Hari ini akan kita sebarkan lima truk atau sebanyak 4.520 paket bahan pokok makanan, ada sekitar 25 jenis bahan makanan yang disesuaikan dengan selera mereka.”
Isi tiap paket dirancang untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Di antaranya terdapat pasta, kurma, aneka jenis keju, teh, gula, terigu, berbagai jenis kacang-kacangan, minyak, serta ragi untuk membuat roti. Ragam isi ini diharapkan dapat membantu keluarga penerima mengolah makanan sendiri di tengah keterbatasan yang mereka hadapi.
Proses penyiapan bantuan turut melibatkan relawan dari kalangan mahasiswa penerima manfaat Beasiswa Cendekia Baznas di Al-Azhar, Mesir. Para mahasiswa itu membantu mengemas paket-paket bantuan sebelum diberangkatkan, sehingga penyaluran ini juga menjadi ruang partisipasi anak muda Indonesia di luar negeri.
Sodik menegaskan, bantuan tersebut merupakan penyaluran amanah masyarakat Indonesia. Baznas, kata dia, akan terus mengawal proses pengiriman melalui prosedur logistik dan perizinan yang berlaku, agar bantuan benar-benar sampai kepada penerima manfaat.
Adapun rute pengirimannya dimulai dari Gudang 4TDK di Ismailia. Bantuan kemudian diproses melalui kerja sama dengan Egyptian Red Crescent (ERC) sesuai protokol resmi lembaga tersebut. Selanjutnya, bantuan dibawa ke gudang logistik ERC di Al-Arish untuk menjalani tahapan logistik dan pengurusan kode batang (barcode) sebagai bagian dari proses perizinan masuk perbatasan. Setelah itu, bantuan diteruskan menuju Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom atau Karom Abu Salim.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI Idy Muzayyad menyampaikan, bantuan tersebut diperkirakan tiba di Gaza dalam waktu sekitar satu minggu. Ia menegaskan pihaknya sengaja turun langsung untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat Gaza yang dituju dan tepat sasaran. “Masyarakat Indonesia jangan berhenti untuk terus peduli kepada Palestina melalui sedekah karena masyarakat Palestina masih sangat membutuhkan lebih banyak bantuan,” tutur Idy.
Sodik pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan amanah dan menyalurkan kepeduliannya kepada warga Palestina melalui Baznas. Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap warga Palestina.
Sejak 2023 hingga saat ini, Baznas RI telah menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina senilai lebih dari Rp162 miliar, dengan total penerima manfaat mencapai 878.461 orang. Bantuan itu disalurkan melalui 20 jenis program, antara lain paket makanan, ambulans, tenda untuk rumah, sekolah, dan masjid, serta toilet, air bersih, selimut, obat-obatan, hingga beasiswa.
Pengiriman ribuan paket pangan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak berhenti pada satu kali pengiriman. Selama krisis masih berlangsung, amanah dari masyarakat Indonesia diharapkan terus mengalir dan sampai kepada mereka yang paling membutuhkan.
Baca Juga:
- Menjaga Pahala Sedekah: Tiga Perilaku yang Perlu Dihindari Seorang Muslim
- Khutbah Jumat 30 Oktober: Mencintai Sesama Manusia karena Allah, Bukan Sekadar Perasaan
Sumber: ANTARA: Baznas RI kirimkan 4.520 paket bantuan makanan untuk warga Palestina