Katong Semua Basudara: Festival Indonesia Timur di Jaktim Buka Panggung bagi 60 UMKM

Suasana bazar kuliner Jakarta yang ramai dengan beragam hidangan lokal

Foto: Suasana bazar kuliner Jakarta yang ramai. Kredit foto: David Tumpal via Pexels.

Festival Indonesia Timur di kawasan Jakarta Garden City menjadi salah satu sarana untuk membuka peluang ekonomi bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di wilayah Jakarta Timur. Mengusung tema “Katong Semua Basudara”, festival ini berlangsung di Food Garden Jakarta Garden City (JGC) mulai 28 Oktober hingga 1 November 2026.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pelaku UMKM. Festival ini menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati keberagaman budaya Indonesia Timur, sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kreativitas dan potensi usaha lokal.

“UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing usahanya,” ujar Munjirin di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, keberadaan kuliner khas daerah dalam festival tersebut turut memperlihatkan hubungan antara kekayaan budaya dan peluang pengembangan ekonomi masyarakat. Perpaduan budaya, kuliner, musik, dan berbagai aktivitas komunitas diharapkan dapat mendorong keberagaman budaya Nusantara sekaligus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang.

Sebanyak 60 UMKM turut meramaikan festival tersebut dengan menghadirkan aneka kuliner Nusantara. Kehadiran mereka memberi kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal kekayaan cita rasa Indonesia, sementara festivalnya sendiri menghadirkan beragam kegiatan yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Presiden Komisaris PT Modernland Realty Tbk Dharma Mitra mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang bagi berbagai kegiatan masyarakat. “Jakarta Garden City selalu siap menjadi tuan rumah berbagai event atau aktivitas untuk warga Jakarta, karena kesiapan kami 100 persen, mulai dari fasilitas, lokasi yang strategis, hingga infrastruktur jalan yang mendukung,” tutur Dharma.

Komitmen tersebut sejalan dengan pengembangan Jakarta Garden City (JGC) sebagai kawasan kota mandiri terpadu seluas sekitar 370 hektare. JGC dikembangkan dengan konsep kota mandiri (integrated township), yang memadukan kawasan hunian, komersial, ruang terbuka hijau, serta beragam fasilitas pendukung dalam satu lingkungan terintegrasi.

“Dengan dukungan infrastruktur dan aksesibilitas kawasan, Jakarta Garden City terus dikembangkan untuk menunjang kebutuhan hunian sekaligus aktivitas sosial, ekonomi, dan rekreasi masyarakat. Kelengkapan fasilitas menjadi salah satu keunggulan Jakarta Garden City dalam mendukung gaya hidup modern,” ungkap Dharma.

Bagi warga Jakarta Timur dan sekitarnya, festival ini menjadi ajakan untuk datang, mencicipi kuliner Nusantara, dan mendukung usaha lokal. Sebab, setiap pembelian di stan UMKM adalah dukungan nyata bagi pelaku ekonomi kreatif daerah agar usahanya semakin dikenal dan berdaya saing.

Baca Juga:

Sumber: ANTARA: Festival Indonesia Timur buka peluang ekonomi UMKM lokal di Jaktim

Pos terkait