Duduk berjam-jam di depan komputer kini menjadi rutinitas banyak orang, baik untuk bekerja, belajar, maupun mengurus keperluan keluarga. Tanpa disadari, tubuh perlahan-lahan membungkuk, kepala maju ke depan, dan bahu terangkat menahan tegang. Pada awalnya keluhan itu hanya berupa pegal ringan, tetapi bila dibiarkan, rasa tidak nyaman bisa mengganggu konsentrasi dan membuat pekerjaan terasa lebih melelahkan. Menjaga postur bukan berarti duduk tegak kaku sepanjang hari, melainkan mengatur tubuh dan perangkat kerja agar beban terbagi merata dan otot tidak bekerja berlebihan.
Panduan ergonomi kantor dari Mayo Clinic menekankan tiga hal yang saling berkaitan: kursi yang menopang tubuh, layar yang sejajar dengan pandangan, serta keyboard dan tetikus yang mudah dijangkau. Ketika salah satu dari ketiganya tidak sesuai, tubuh akan mencari posisi pengganti yang tampak nyaman sesaat, tetapi justru menambah ketegangan pada leher, punggung, dan pergelangan tangan. Karena itu, perbaikan postur sebaiknya dimulai dari penataan tempat kerja, bukan hanya dari niat untuk duduk lebih tegak. Lingkungan yang tepat membuat postur yang baik terasa lebih alami dan lebih mudah dipertahankan.

1. Atur kursi agar kaki menapak dan punggung tertopang. Duduklah dengan punggung menempel pada sandaran kursi, terutama bagian bawah punggung, dan biarkan kedua kaki menapak rata di lantai atau di atas pijakan kaki bila diperlukan. Lutut sebaiknya berada kira-kira sejajar dengan pinggul, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Jika kursi terlalu tinggi, kaki akan menggantung dan punggung bawah bekerja lebih keras; jika terlalu rendah, lutut tertekuk berlebihan dan peredaran di kaki terasa tidak nyaman. Sesuaikan tinggi kursi dan sandaran sampai posisi ini terasa stabil tanpa perlu menahan tubuh.
2. Sejajarkan layar setinggi mata dan sejauh jangkauan lengan. Letakkan monitor tepat di depan tubuh, bukan menyamping, agar leher tidak terus-menerus menoleh. Bagian atas layar sebaiknya kira-kira setinggi mata atau sedikit di bawahnya, sehingga pandangan jatuh secara alami ke tengah layar tanpa harus menunduk atau mendongak. Mayo Clinic menyarankan jarak layar kira-kira sepanjang lengan dari tubuh, karena jarak yang terlalu dekat membuat mata cepat lelah, sedangkan jarak yang terlalu jauh membuat kepala cenderung maju untuk membaca. Bila memakai laptop, gunakan penyangga dan keyboard terpisah agar posisi layar tidak memaksa leher menunduk.
3. Jaga bahu tetap rileks dan pergelangan tangan netral. Bahu yang terangkat sering menjadi tanda bahwa meja terlalu tinggi atau lengan tidak tertopang dengan baik. Turunkan bahu secara sadar, biarkan lengan atas menggantung rileks di sisi tubuh, dan tekuk siku kira-kira membentuk sudut yang nyaman. Letakkan keyboard dan tetikus pada ketinggian yang membuat pergelangan tangan tetap lurus, tidak menekuk ke atas atau ke bawah dalam waktu lama. Mengetik dengan sentuhan ringan dan sesekali mengganti posisi tangan dapat membantu mengurangi ketegangan yang menumpuk di jari dan pergelangan.
Baca Juga: Jaga Postur Saat Bekerja di Depan Layar: Punggung Lebih Nyaman, Leher Lebih Ringan dan Peregangan 10 Menit Setelah Bangun: Cara Lembut Mengusir Kaku dan Memulai Hari
4. Selingi duduk dengan gerak dan peregangan singkat. Tubuh tidak dirancang untuk diam dalam satu posisi terlalu lama, seberapa pun baiknya posisi itu. Bangkitlah secara berkala untuk berjalan sebentar, mengambil air minum, atau sekadar berdiri dan meregangkan badan. Peregangan ringan untuk leher, bahu, punggung, dan kaki dapat membantu otot yang kaku kembali lentur dan membuat pikiran terasa lebih segar. Jeda singkat yang teratur sering kali lebih bermanfaat daripada menunggu sampai tubuh terasa sangat pegal, karena ketegangan yang sudah menumpuk biasanya lebih sulit diuraikan.
5. Perhatikan cahaya, posisi kepala, dan istirahat mata. Tempatkan layar agar tidak memantulkan cahaya jendela atau lampu secara langsung, karena silau membuat mata menyipit dan kepala tanpa sadar maju mendekati layar. Usahakan kepala tetap berada di atas bahu, bukan menjorok ke depan, terutama saat membaca dokumen panjang atau mengikuti pertemuan daring. Alihkan pandangan secara berkala ke objek yang lebih jauh untuk memberi mata kesempatan beristirahat, dan pastikan ruangan cukup terang tanpa membuat layar tampak terlalu kontras. Kebiasaan kecil ini membantu postur tetap terjaga karena mata yang nyaman tidak memaksa tubuh membungkuk.
Menjaga postur adalah proses bertahap, bukan perubahan sekali jadi. Mulailah dari satu perbaikan yang paling terasa, misalnya mengatur tinggi kursi atau menaikkan layar, lalu perhatikan perubahan pada tubuh selama beberapa hari. Jika rasa pegal berkurang dan konsentrasi membaik, pertahankan penataan itu dan lanjutkan ke perbaikan berikutnya. Bila keluhan nyeri menetap, memburuk, atau disertai kesemutan dan kelemahan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat dinilai dengan tepat. Dengan tempat kerja yang tertata dan jeda gerak yang teratur, duduk lama di depan komputer bisa dijalani dengan tubuh yang lebih nyaman dan pikiran yang lebih jernih.
Sumber: Mayo Clinic — Office ergonomics: Your how-to guide, 25 Mei 2023, https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/office-ergonomics/art-20046169
