Meja kerja yang berantakan sering membuat pikiran ikut terasa penuh. Tumpukan kertas, kabel yang melintang, dan barang-barang yang tidak jelas tempatnya membuat kita sulit memulai pekerjaan, bahkan sebelum tugas itu sendiri dimulai. Padahal, menata ruang kerja tidak harus mahal atau memakan waktu lama; yang dibutuhkan hanyalah sistem sederhana yang mudah dipertahankan setiap hari.
Langkah pertama adalah menyingkirkan semua yang tidak dipakai setiap hari. Ambil sebuah kotak, masukkan barang-barang yang jarang dipakai, dan simpan kotak itu di tempat lain. Biarkan di atas meja hanya benda-benda yang benar-benar mendukung pekerjaan: laptop atau buku catatan, alat tulis, air minum, dan mungkin satu tanaman kecil. Permukaan yang lega memberi ruang bagi mata untuk beristirahat, dan itu berpengaruh langsung pada rasa tenang.
Langkah kedua adalah membuat tempat tetap untuk setiap benda. Kunci, gunting, pengisi daya, dan dokumen penting sebaiknya selalu kembali ke tempat yang sama setelah dipakai. Kebiasaan kecil ini menghemat waktu yang selama ini habis untuk mencari barang. Ketika segala sesuatu punya tempat, kita tidak perlu lagi mengambil keputusan kecil yang melelahkan di tengah pekerjaan.
Baca Juga: Menulis Jurnal Lima Menit: Cara Sederhana Mengurai Pikiran dan Menenangkan Hati dan Mengapa Otak Suka Menunda dan Cara Lembut Mengatasinya Tanpa Menyalahkan Diri
Langkah ketiga adalah memperhatikan cahaya dan posisi duduk. Usahakan bekerja dekat jendela pada siang hari, atau gunakan lampu yang cukup terang pada malam hari. Atur tinggi kursi agar kaki menapak lantai dan punggung tersangga dengan baik. Tubuh yang nyaman membuat kita betah bekerja lebih lama tanpa cepat pegal, dan pikiran pun lebih mudah fokus pada tugas yang ada.
Jangan lupa merapikan meja selama lima menit di akhir hari kerja. Buang sampah kecil, kembalikan buku ke rak, dan tulis tiga prioritas untuk esok hari di atas kertas. Ritual penutup ini memberi rasa selesai yang melegakan, sehingga kita bisa beristirahat tanpa membawa pekerjaan ke dalam pikiran sepanjang malam. Keesokan paginya, kita memulai hari dengan meja yang bersih dan pikiran yang lebih jernih.
Terakhir, perlakukan ruang kerja sebagai ruang yang dihormati. Hindari menumpuk piring kotor atau cucian di meja kerja, dan beri batas yang jelas antara area kerja dan area santai. Batas yang jelas membantu otak beralih mode: saat duduk di meja, otak tahu ini waktunya bekerja; saat menjauh, otak tahu ini waktunya beristirahat. Keseimbangan inilah yang membuat produktivitas bertahan lama tanpa mengorbankan kesehatan.
Sumber
- Mayo Clinic — Stress relievers: Tips to tame stress
- Centers for Disease Control and Prevention — About Healthy Weight, Nutrition, and Physical Activity

