Lemari yang berantakan membuat pagi menjadi lebih lama: pakaian sulit dicari, setrikaan kusut, dan pilihan terasa membingungkan. Padahal, merapikan lemari tidak harus memakan waktu seharian. Dengan cara yang terarah, 20 menit sudah cukup untuk membuat perubahan yang terasa.
Mulailah dengan mengeluarkan semua pakaian dari satu bagian lemari saja, bukan seluruhnya. Pisahkan menjadi tiga kelompok: sering dipakai, jarang dipakai, dan sudah tidak layak pakai. Cara ini mencegah pekerjaan melebar dan membuat hasil langsung terlihat.
Setelah dipilah, kembalikan pakaian yang sering dipakai ke tempat paling mudah dijangkau. Gantung pakaian yang mudah kusut, lipat pakaian yang tebal, dan gunakan kotak kecil untuk aksesori. Penataan berdasarkan frekuensi pemakaian jauh lebih praktis daripada penataan berdasarkan warna semata.
Baca Juga: Meja Kerja Rapi, Pikiran Lebih Lega: Cara Sederhana Menata Ruang Kerja di Rumah dan Ruang Tamu yang Nyaman Tanpa Renovasi: Sentuhan Kecil yang Membuat Rumah Terasa Hangat
Untuk pakaian yang jarang dipakai, simpan di bagian atas atau belakang lemari. Pakaian yang sudah tidak layak pakai sebaiknya segera disisihkan untuk disumbangkan atau didaur ulang, agar tidak kembali menumpuk.
Agar lemari tetap rapi, terapkan aturan sederhana: setiap pakaian baru yang masuk, satu pakaian lama keluar. Aturan ini menjaga jumlah pakaian tetap terkendali dan mencegah lemari kembali penuh dalam waktu singkat.
Terakhir, luangkan lima menit setiap akhir pekan untuk mengembalikan pakaian yang terselip ke tempatnya. Perawatan kecil yang rutin jauh lebih ringan daripada merapikan besar-besaran setiap beberapa bulan.
Sumber
- Mayo Clinic — Stress relievers: Tips to tame stress
- Greater Good Science Center, UC Berkeley — Greater Good Science Center