
Akhir pekan MotoGP Malaysia di Sepang berubah menjadi pukulan berat bagi Jorge Martin. Pembalap Aprilia itu memutuskan mundur dari seluruh akhir pekan Sepang karena nyeri pergelangan tangan akibat patah tulang yang ia derita di Phillip Island. Keputusan tersebut membuat Martin tidak mencetak poin apa pun di Sepang, pada saat yang sama ketika rival terdekatnya justru menambah keunggulan.
Martin sebenarnya sudah mencoba bertahan. Pada hari Jumat, ia hanya menyelesaikan sedikit putaran dalam sesi latihan karena kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk tampil penuh. Namun, balapan MotoGP menuntut ketahanan yang luar biasa, terutama di Sepang yang panas dan menuntut pengereman keras berulang kali. Memaksakan diri dalam kondisi seperti itu bukan hanya berisiko terhadap hasil, tetapi juga terhadap keselamatan dan proses pemulihan jangka panjang.
Dampaknya langsung terlihat pada klasemen. Sebelum Sprint Sepang, Marc Marquez hanya unggul sepuluh poin atas Martin. Setelah Martin absen dan Marc finis kedua di Sprint di belakang Pedro Acosta, keunggulan Marc melebar menjadi 19 poin. Sementara itu, Marco Bezzecchi yang finis ketiga kini tertinggal 52 poin dari Marc, sehingga perebutan gelar semakin condong ke arah pembalap Ducati Lenovo tersebut.
Bagi Martin, nol poin di Sepang adalah kerugian ganda. Ia kehilangan kesempatan untuk memangkas jarak pada akhir pekan yang seharusnya bisa menjadi titik balik, dan ia juga harus memprioritaskan pemulihan pergelangan tangannya. Dalam perebutan gelar yang ketat, setiap akhir pekan tanpa poin membuat tugas pada seri-seri berikutnya menjadi jauh lebih berat.
Baca Juga : Pratinjau MotoGP Sepang: Balapan Utama Minggu, Kesabaran dan Strategi Jadi Penentu
Meskipun demikian, balapan utama Minggu tetap menyimpan cerita menarik di barisan depan. Balapan akan digelar pada Minggu, 1 November 2026 pukul 14.00 WIB, dengan susunan start yang menjanjikan pertarungan ketat sejak tikungan pertama. Alex Marquez akan start dari pole setelah mencatatkan waktu 1 menit 56,493 detik, sebuah bukti kecepatan kualifikasinya meskipun Sprint-nya berakhir dengan kecelakaan.
Di samping Alex, Marc Marquez akan start dari posisi kedua dengan selisih hanya 0,070 detik. Pedro Acosta, pemenang Sprint, melengkapi baris depan di posisi ketiga dengan selisih 0,084 detik dari pole. Selisih yang sangat rapat ini menunjukkan bahwa tiga pembalap terdepan memiliki kecepatan yang hampir setara, sehingga start dan pengereman pertama akan sangat menentukan.
Perhatian juga tertuju pada Francesco Bagnaia, yang akan start dari posisi kesepuluh dengan selisih 0,794 detik setelah lolos melalui Q1. Bagi juara dunia dua kali itu, balapan Minggu menjadi ujian untuk menembus ke depan di tengah lalu lintas pembalap yang padat. Ia membutuhkan start yang bersih dan strategi yang tepat agar tidak terjebak terlalu lama di belakang rombongan tengah.
Secara keseluruhan, Sepang kini menghadirkan dua cerita yang berjalan beriringan: absennya Martin yang mengubah peta gelar, dan baris depan Minggu yang sangat rapat. Marc datang ke balapan utama dengan keunggulan 19 poin dan posisi start kedua, sementara Alex dan Acosta memiliki kecepatan untuk menantangnya. Jika cuaca kembali berubah seperti pada Sprint, balapan Minggu bisa menjadi semakin tidak terduga.
Sumber:


