Buletin Islam — Aki adalah jantung dari sistem kelistrikan mobil. Hampir semua perangkat di mobil, mulai dari starter, lampu, audio, hingga pendingin udara, bergantung pada aki untuk bekerja. Karena itu, aki yang tidak dirawat dapat menimbulkan masalah yang merugikan, seperti mobil yang sulit distarter dan lampu yang meredup.
Ada dua jenis aki yang umum dipakai, yaitu aki basah dan aki kering. Aki basah memerlukan perawatan berkala berupa penambahan air aki, sedangkan aki kering lebih praktis karena tidak perlu menambah cairan. Namun, kedua jenis aki ini sama-sama membutuhkan pengecekan berkala agar kinerjanya tetap optimal dan tidak cepat soak.

Tanda-tanda aki mulai melemah cukup mudah dikenali. Mobil sulit distarter di pagi hari, lampu utama meredup, dan indikator aki di dasbor menyala adalah beberapa di antaranya. Jika sudah muncul tanda-tanda ini, segera periksa aki sebelum masalahnya bertambah parah dan membuat perjalanan Anda terganggu.
Baca Juga: 7 Cara Merawat Mobil agar Tetap Nyaman Dipakai Harian | 7 Cara Merawat Rem Mobil agar Tetap Pakem dan Aman
7 Cara Merawat Aki Basah Mobil agar Awet
Pertama, periksa air aki secara berkala. Cairan elektrolit di dalam aki harus berada di antara batas atas dan batas bawah yang tertera pada bodi aki. Jika air aki berkurang, tambahkan air aki murni yang sudah didestilasi. Jangan menggunakan air zuur atau asam sulfat untuk menambah cairan, karena justru dapat merusak aki dan memperpendek umurnya.
Kedua, bersihkan terminal aki dari korosi. Kerak putih atau kehijauan yang menempel pada terminal aki dapat menghambat aliran listrik. Bersihkan kerak tersebut dengan sikat kawat, air hangat, dan soda kue, lalu keringkan. Setelah bersih, oleskan gemuk atau petroleum jelly pada terminal untuk mencegah korosi kembali terbentuk.
Ketiga, cek tegangan aki secara berkala. Gunakan voltmeter atau multimeter untuk mengukur tegangan aki. Tegangan normal aki umumnya sekitar 12,4 hingga 12,7 volt saat mesin mati. Jika tegangannya jauh di bawah angka tersebut, ada kemungkinan aki sudah melemah dan perlu diperiksa lebih lanjut di bengkel.
Keempat, panaskan mobil secara rutin. Mobil yang lama tidak dinyalakan membuat aki tidak terisi ulang dan cepat soak. Karena itu, panaskan mesin mobil beberapa kali dalam seminggu, meskipun mobil tidak sedang dipakai. Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga aki tetap terisi dan siap digunakan kapan saja.
Kelima, pastikan sistem pengisian berfungsi normal. Alternator dan regulator tegangan bertugas mengisi ulang aki saat mesin menyala. Jika sistem pengisian bermasalah, aki tidak akan terisi dengan baik dan cepat habis. Periksalah sistem pengisian secara berkala di bengkel, terutama jika aki sering soak tanpa sebab yang jelas.
Keenam, matikan semua perangkat elektronik saat mesin mati. Lampu, audio, dan pendingin udara yang menyala saat mesin mati akan menguras daya aki dengan cepat. Biasakan untuk memastikan semua perangkat elektronik sudah mati sebelum mematikan mesin mobil.
Ketujuh, gunakan aki sesuai spesifikasi pabrikan. Pilih aki dengan kapasitas dan dimensi yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil. Aki yang tidak sesuai spesifikasi dapat membuat sistem kelistrikan bekerja tidak optimal dan berisiko menimbulkan kerusakan pada komponen lain.
Kapan Aki Harus Diganti?
Meski dirawat dengan baik, aki tetap memiliki batas umur, umumnya sekitar dua hingga lima tahun tergantung pemakaian. Aki sebaiknya diganti jika mobil semakin sulit distarter, lampu terus meredup, indikator aki sering menyala, atau air aki cepat habis meski sudah ditambah. Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah terminal yang terus berkarat, timbul bau menyengat, atau bodi aki yang menggembung.
Lakukan pemeriksaan aki secara rutin setiap dua hingga tiga bulan sekali, terutama jika mobil sering dipakai untuk perjalanan jauh atau justru jarang dipakai. Pengecekan sederhana, seperti melihat level air aki dan kondisi terminal, dapat dilakukan sendiri di rumah. Untuk pemeriksaan tegangan dan sistem pengisian, serahkan kepada teknisi di bengkel tepercaya.
Memilih Aki Pengganti yang Tepat
Saat tiba waktunya mengganti aki, pilihlah aki yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Perhatikan kapasitas dan arus starter yang dianjurkan pabrikan. Aki dengan kapasitas lebih besar belum tentu cocok jika dimensinya tidak sesuai dengan tempat aki di kendaraan. Selain itu, perhatikan tanggal produksi aki yang baru; aki yang sudah lama tersimpan di toko dapat kehilangan sebagian dayanya sebelum digunakan.
Belilah aki dari toko atau bengkel tepercaya yang memberikan garansi. Mintalah teknisi untuk memeriksa sistem pengisian setelah pemasangan aki baru, agar aki yang baru terpasang terisi dengan baik dan tidak cepat soak. Simpan kartu garansi dan nota pembelian sebagai bukti jika kelak ada masalah.
Merawat aki mobil bukanlah pekerjaan yang sulit, tetapi membutuhkan kebiasaan dan perhatian yang konsisten. Dengan memeriksa air aki, membersihkan terminal, mengecek tegangan, dan memanaskan mobil secara rutin, aki mobil Anda akan lebih awet dan mobil pun selalu siap digunakan.
Sumber: Auto2000 — 7 Cara Merawat Aki Basah Mobil agar Awet — https://auto2000.co.id/berita-dan-tips/cara-merawat-aki-basah-mobil-agar-awet





