Akun media sosial kini menyimpan banyak hal berharga: foto keluarga, percakapan pribadi, kontak pekerjaan, hingga akses ke layanan lain yang terhubung dengan akun yang sama. Karena itu, ketika sebuah akun berhasil diretas, kerugiannya tidak hanya berupa kehilangan akses, tetapi juga risiko penipuan atas nama pemilik akun, penyebaran informasi pribadi, dan kerusakan reputasi. Untungnya, sebagian besar peretasan dapat dicegah dengan pengaturan dasar yang sebenarnya sudah tersedia di setiap platform.
Panduan dari Google tentang Verifikasi 2 Langkah menjelaskan prinsip dasarnya dengan sederhana: selain kata sandi, proses masuk juga meminta langkah kedua, misalnya kode yang dikirim ke ponsel, sehingga pencurian kata sandi saja tidak cukup untuk masuk ke akun. Prinsip yang sama berlaku di Instagram, Facebook, WhatsApp, dan platform lainnya, meski nama menunya sedikit berbeda. Artikel ini merangkum tujuh cara yang benar-benar ada pengaturannya di platform, berdasarkan panduan tersebut dan panduan praktis dari IDN Times.

Sebelum mulai, ada satu kebiasaan yang perlu ditanamkan: jangan menunda pengamanan sampai akun bermasalah. Pengaturan yang dibahas di bawah ini hanya membutuhkan beberapa menit, tetapi akan sangat sulit diterapkan setelah akun sudah dikuasai orang lain, karena proses pemulihan justru membutuhkan bukti kepemilikan yang lebih rumit. Lakukan sekarang, selagi Anda masih memegang kendali penuh atas akun Anda.
1. Gunakan Kata Sandi yang Kuat dan Berbeda untuk Setiap Akun
Kata sandi yang kuat adalah yang panjang, tidak mudah ditebak, dan tidak dipakai ulang di banyak akun. Gunakan kombinasi huruf besar dan kecil, angka, serta simbol, dan hindari kata sandi yang berasal dari tanggal lahir, nama hewan peliharaan, atau nama yang mudah ditemukan di profil Anda. Jika sebuah platform bocor dan kata sandi Anda dipakai ulang, semua akun lain yang memakai kata sandi sama ikut terancam. Bila sulit mengingat banyak kata sandi, gunakan pengelola kata sandi yang terpercaya, dan ubah kata sandi segera bila ada peringatan kebocoran dari platform.
2. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah atau Autentikasi Dua Faktor
Ini adalah langkah paling penting. Di Instagram dan Facebook, buka Pengaturan, lalu Pusat Akun, kemudian Kata Sandi dan Keamanan, dan aktifkan Autentikasi Dua Faktor. Anda dapat memilih metode seperti aplikasi autentikator atau kode melalui SMS, sesuai opsi yang tersedia. Di WhatsApp, buka Pengaturan, lalu Akun, dan aktifkan Verifikasi Dua Langkah dengan PIN enam digit serta alamat email pemulihan. Di akun Google, buka Keamanan akun dan aktifkan Verifikasi 2 Langkah. Setelah aktif, setiap upaya masuk dari perangkat baru akan membutuhkan kode tambahan, sehingga kata sandi yang bocor saja tidak cukup.
3. Perbarui Aplikasi dan Sistem Secara Berkala
Pembaruan aplikasi sering kali berisi perbaikan keamanan yang menutup celah yang sudah diketahui. Aktifkan pembaruan otomatis bila memungkinkan, dan jangan menunda pembaruan aplikasi media sosial, peramban, dan sistem operasi ponsel. Hindari mengunduh aplikasi media sosial dari sumber di luar toko resmi, karena aplikasi tiruan bisa menyisipkan pencuri data. Perangkat yang selalu diperbarui adalah lapisan pertahanan yang sederhana tetapi sering diabaikan.
4. Waspadai Tautan dan Pesan yang Mencurigakan
Banyak peretasan berawal dari phishing: pesan yang mengaku dari platform, dari teman, atau dari pihak resmi, lalu meminta Anda mengklik tautan dan memasukkan kata sandi di halaman palsu. Periksa alamat situs dengan teliti, jangan memasukkan kata sandi melalui tautan yang dikirim lewat pesan, dan bila ragu, buka aplikasi resmi secara langsung, bukan lewat tautan. Hal yang sama berlaku untuk hadiah, kuis, atau tawaran verifikasi yang meminta kata sandi atau kode verifikasi; platform resmi tidak akan meminta kode tersebut melalui pesan pribadi.
5. Jaga Informasi Pribadi dan Atur Privasi Akun
Jangan membagikan informasi yang bisa dipakai untuk menebak kata sandi atau menjawab pertanyaan keamanan, seperti tanggal lahir lengkap, nama sekolah, nama ibu kandung, atau lokasi yang terlalu detail. Periksa pengaturan privasi akun: batasi siapa yang bisa melihat unggahan, daftar teman, dan informasi kontak, serta nonaktifkan penandaan lokasi bila tidak diperlukan. Semakin sedikit informasi pribadi yang terbuka, semakin sulit bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyusun serangan yang tampak meyakinkan.
Baca Juga: Adab Berbicara di Media Sosial: Menjaga Lisan di Ruang Digital yang Cepat Panas
6. Periksa Aktivitas Masuk dan Keluar dari Perangkat yang Tidak Dikenal
Sebagian besar platform menyediakan menu untuk melihat perangkat dan lokasi masuk yang aktif, misalnya di Pengaturan, lalu Keamanan, kemudian Aktivitas Masuk atau Sesi Aktif. Periksa daftar itu secara berkala, dan segera keluar dari perangkat atau lokasi yang tidak Anda kenali, lalu ubah kata sandi dan aktifkan kembali verifikasi dua langkah bila perlu. Kebiasaan memeriksa ini membantu menemukan penyusupan lebih awal, sebelum pelaku sempat mengubah email pemulihan atau nomor telepon akun Anda.
7. Kunci Ponsel dan Jangan Masuk dari Perangkat Bersama Tanpa Pengaman
Pengamanan akun juga bergantung pada pengamanan perangkat. Kunci ponsel dengan PIN, pola, sidik jari, atau pengenalan wajah, dan jangan menyimpan kata sandi di catatan yang mudah diakses orang lain. Bila harus masuk dari perangkat bersama atau komputer umum, jangan centang opsi ingat saya, selalu keluar setelah selesai, dan bila memungkinkan, ubah kata sandi setelahnya. Langkah sederhana ini menutup celah yang sering luput, yaitu akses fisik ke perangkat yang sudah masuk ke akun Anda.
Penutup
Mengamankan akun media sosial dari peretasan bukanlah tugas sekali selesai, melainkan kebiasaan: kata sandi yang kuat dan berbeda, verifikasi dua langkah yang aktif, aplikasi yang selalu diperbarui, kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan, privasi yang dijaga, aktivitas masuk yang diperiksa, dan perangkat yang terkunci. Dengan tujuh langkah di atas, akun Anda menjadi jauh lebih sulit ditembus, dan Anda dapat bermedia sosial dengan lebih tenang, tanpa harus khawatir identitas digital Anda disalahgunakan.
Sumber
- Google, Bantuan Akun Google, Melindungi Info Pribadi Anda dengan Verifikasi 2 Langkah
- IDN Times, 7 Langkah Mengamankan Akun Media Sosial dari Peretasan, 31 Agustus 2025