Apple Pecahkan Tradisi: MacBook Pro Kini Punya Layar Sentuh, Ini Spesifikasi dan Harganya

Digital Learning

Apple akhirnya mengubah sikap lamanya soal laptop. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu resmi memperkenalkan jajaran MacBook Pro terbaru yang dilengkapi layar sentuh, sebuah langkah yang selama bertahun-tahun dihindari Apple karena alasan ergonomi. Kini, untuk pertama kalinya, pengguna MacBook Pro bisa menyentuh langsung layar laptopnya.

Pusat perhatian dari perangkat ini adalah panel PROLED XDR. Apple mengklaimnya sebagai layar laptop terbaik yang pernah dibuatnya. Panel ini memakai teknologi OLED tandem dengan kecerahan puncak hingga 2.000 nit dan rasio kontras 10.000.000:1. Kombinasi tersebut menghasilkan warna hitam yang pekat dan detail gambar yang tajam, serta mendukung gamut warna P3 dan Adobe RGB untuk akurasi warna tingkat profesional. Bagi fotografer, desainer, dan penyunting video, akurasi seperti ini bukan sekadar angka di brosur, melainkan penentu kualitas hasil kerja.

Terobosan paling mencolok tentu saja fitur sentuhnya. Sensor ditanam langsung di dalam panel layar sehingga responsnya terasa seketika tanpa jeda yang mengganggu. Pengguna dapat mencubit layar untuk memperbesar gambar, menggulir dokumen, hingga menjadikan layar sebagai kanvas penuh saat bekerja di aplikasi desain. Di samping itu, Dynamic Island yang selama ini identik dengan iPhone kini hadir di Mac. Lewat satu sentuhan, pengguna bisa mengendalikan musik, menjawab panggilan, dan memantau Aktivitas Langsung tanpa berpindah jendela.

Dari sisi dapur pacu, MacBook Pro 2026 ditenagai cip M5 Pro dan M5 Max yang dirancang untuk beban kerja berat. Apple menyebut perangkat ini mampu menjalankan model bahasa besar dengan ratusan miliar parameter secara langsung di perangkat, tanpa bergantung penuh pada komputasi awan. Memori terpadu hingga 128 GB dan penyimpanan berkecepatan tinggi hingga 16 TB turut disematkan, sementara arsitektur termal yang diperbarui menjaga performa tetap stabil saat merender tiga dimensi, membuat animasi, maupun menyunting video ProRes 8K.

Kelengkapan lainnya juga tidak kalah menarik. Tersedia tiga port Thunderbolt 5, Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan kamera 12 MP Center Stage yang menjaga pengguna tetap dalam bingkai saat rapat video. Sistem audio enam speakernya ditingkatkan sehingga dentuman bass terasa 50 persen lebih dalam. Perangkat ini hadir dalam dua ukuran, 14 inci dan 16 inci, dengan dua pilihan warna, Space Black dan Silver.

Menurut Chief Hardware Officer Apple, Johny Srouji, perpaduan layar sentuh, cip M5, dan sistem operasi macOS 27 Golden Gate menciptakan cara baru bagi para profesional untuk berinteraksi langsung dengan konten mereka dan membawa alur kerja ke level yang belum pernah ada sebelumnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa layar sentuh di MacBook Pro bukan sekadar tambahan kosmetik, melainkan bagian dari perubahan cara kerja.

Soal harga, Apple belum mengumumkan banderol resmi untuk pasar Indonesia. Di Amerika Serikat, laptop ini ditawarkan mulai 2.899 dolar AS atau sekitar Rp52,6 jutaan untuk ukuran 14 inci, dan 3.399 dolar AS atau sekitar Rp61,7 jutaan untuk ukuran 16 inci. Calon pembeli di Indonesia sebaiknya menunggu pengumuman resmi distributor dan mempertimbangkan kebutuhan nyata: bagi pekerja kreatif, layar sentuh dan panel PROLED XDR bisa menjadi alasan kuat untuk naik kelas, tetapi bagi pengguna yang hanya mengetik dan menjelajah internet, laptop tanpa layar sentuh mungkin tetap lebih masuk akal.

Baca Juga:

Sumber: ANTARA – Apple perdana luncurkan MacBook Pro dengan layar sentuh

Pos terkait