Mahastupa Borobudur Kembali Dibuka untuk Wisatawan, Ini Aturan Akses Terbaru

Wisata dan Travelling

Pemugaran Mahastupa atau stupa utama Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, telah selesai dilakukan. Kabar ini menjadi kabar baik bagi wisatawan yang selama ini menunggu akses ke kawasan candi kembali normal. Sebelumnya, akses wisatawan ke sejumlah area candi sempat dibatasi selama proses pemugaran berlangsung. Pembatasan itu dilakukan demi keselamatan pengunjung sekaligus menjaga proses konservasi agar berjalan dengan baik dan tidak terganggu oleh kepadatan kunjungan.

Menurut pengumuman dari akun resmi konservasi Borobudur, akses kunjungan kembali dibuka mulai 24 Oktober 2026. Informasi tersebut dikutip pada Kamis, 29 Oktober 2026, dan menjadi acuan bagi wisatawan yang hendak merencanakan perjalanan ke Magelang. Dengan dibukanya kembali akses tersebut, wisatawan umum kini dapat kembali mengakses Candi Borobudur hingga lantai 9. Aturan yang sama juga berlaku bagi peserta program matahari terbit dan matahari terbenam, sehingga pengalaman menikmati candi pada waktu-waktu istimewa itu tetap terjaga.

Sementara itu, lantai 10 diperuntukkan bagi kegiatan keagamaan sesuai ketentuan yang berlaku. Pembagian akses ini menunjukkan bahwa Borobudur tidak hanya dipandang sebagai destinasi wisata, melainkan juga sebagai ruang sakral yang harus dihormati. Wisatawan diharapkan memahami batas tersebut, tidak memaksakan diri memasuki area yang dikhususkan untuk kegiatan keagamaan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Sikap menghormati aturan adalah bagian dari pengalaman berwisata yang bertanggung jawab.

Sebelum pemugaran selesai, wisatawan reguler dan pengunjung ziarah hanya dapat mengakses candi hingga lantai 8 atau teras tertentu. Peserta program matahari terbit dan matahari terbenam pun hanya dapat mengakses hingga lantai 9 atau teras 2. Perubahan aturan setelah pemugaran tentu memberi ruang yang lebih luas bagi wisatawan umum, tetapi tetap dalam koridor pelestarian. Pengelola perlu menjaga keseimbangan antara kenyamanan pengunjung dan daya dukung struktur candi yang berusia ratusan tahun.

Pemugaran Mahastupa dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya. Berdasarkan pemantauan dan kajian teknis pada Agustus 2026, ditemukan adanya pergeseran susunan batu pada bagian tertentu. Yasti, yaitu bagian berbentuk tiang di puncak stupa, serta harmika, bagian di bawahnya, menjadi fokus perhatian. Konservasi dilakukan untuk menjaga kestabilan struktur sekaligus menangani pelapukan material yang terjadi seiring waktu, cuaca, dan usia bangunan.

Bagi wisatawan, kunjungan ke Borobudur sebaiknya direncanakan dengan baik. Datanglah lebih awal, gunakan alas kaki yang nyaman, bawalah air minum, dan perhatikan kondisi cuaca karena area candi terbuka dan cukup luas. Wisatawan juga dianjurkan menjaga kebersihan, tidak memanjat atau menyentuh relief secara sembarangan, serta tidak membuang sampah di kawasan candi. Aturan-aturan sederhana ini membantu pelestarian jangka panjang dan membuat kunjungan tetap nyaman bagi semua orang.

Borobudur adalah warisan budaya dunia yang membanggakan Indonesia. Keindahan arsitektur, relief yang kaya cerita, serta panorama perbukitan di sekitarnya membuat candi ini selalu menarik untuk dikunjungi dari generasi ke generasi. Dengan selesainya pemugaran Mahastupa, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan kembali nilai sejarah dan budaya kepada keluarga, pelajar, dan wisatawan dari berbagai daerah. Informasi wisata lainnya dapat dibaca melalui kategori Wisata di Buletin Islam.

Baca Juga: Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Digelar 6-8 November, Angkat Wisata Berbasis Budaya dan Kesehatan

Sumber:

Pos terkait