Pulau Derawan: Surga Bawah Laut di Kalimantan Timur

Pulau Derawan: Surga Bawah Laut di Kalimantan Timur

Kepulauan Derawan di Kalimantan Timur sering disebut sebagai salah satu surga bawah laut terbaik di Indonesia. Pantai berpasir putih, air laut yang jernih kehijauan, serta penyu yang berenang bebas di perairan dangkal membuat kepulauan ini menjadi destinasi impian para penyelam dan pencinta laut. Dari atas kapal, perairan dangkalnya menampilkan gradasi warna biru dan hijau yang memukau, sementara di bawah permukaan, terumbu karang menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan.

Kepulauan Derawan terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dan terdiri dari sejumlah pulau, antara lain Pulau Derawan, Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki, dan Pulau Maratua, serta pulau-pulau kecil seperti Pulau Panjang dan Pulau Semama. Gugusan ini masuk dalam Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Kepulauan Derawan, dan sebagian wilayahnya termasuk kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), kawasan dengan keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia.

Pulau Derawan: Surga Bawah Laut di Kalimantan Timur
Penyu yang berenang di terumbu karang menjadi ikon Kepulauan Derawan. (Foto: Pexels)

Penyu, Penghuni Paling Terkenal Derawan

Pulau Derawan terkenal sebagai rumah bagi penyu hijau dan penyu sisik. Setiap tahun, penyu-penyu ini naik ke pantai untuk bertelur, dan peneluran terjadi hampir sepanjang tahun dengan puncaknya pada musim-musim tertentu. Pada siang hari, wisatawan yang bersnorkeling di perairan dangkal sering berjumpa penyu yang sedang berenang santai mencari makan di antara karang. Aturan yang berlaku adalah tidak menyentuh penyu, tidak mengganggunya saat bertelur, dan tidak menggunakan lampu yang menyilaukan di pantai peneluran pada malam hari.

Danau Kakaban: Berenang bersama Ubur-ubur

Di Pulau Kakaban terdapat sebuah danau air payau yang terkenal di seluruh dunia: Danau Kakaban. Danau ini dihuni jutaan ubur-ubur yang tidak menyengat, karena selama ribuan tahun terisolasi dari laut dan kehilangan sengatnya. Berenang bersama ubur-ubur di danau ini menjadi pengalaman yang tidak bisa ditemukan di banyak tempat lain di dunia. Pengunjung diimbau untuk tidak menggunakan tabir surya sebelum berenang di danau, agar airnya tetap jernih dan ekosistemnya terjaga.

Baca Juga: Raja Ampat: Surga Bahari di Ujung Timur Indonesia

Apa yang Bisa Dilihat saat Snorkeling?

Selain penyu, perairan Derawan menyimpan banyak kejutan. Di terumbu karang dekat pantai, wisatawan dapat melihat ikan badut yang berlindung di anemon, ikan pari yang melintas di atas pasir, dan sesekali hiu karang yang berenang tenang. Bagi penyelam berlisensi, dinding karang di Maratua dan Sangalaki menawarkan pemandangan ikan-ikan besar seperti tuna, barakuda, dan hiu. Bagi yang tidak menyelam, snorkeling dari permukaan sudah lebih dari cukup: airnya yang jernih membuat kehidupan bawah laut terlihat jelas hanya dengan masker dan snorkel.

Sangalaki dan Maratua

Pulau Sangalaki dijuluki ibu kota pari manta. Di perairan sekitar pulau kecil ini, penyelam dapat menjumpai pari manta raksasa yang datang ke stasiun pembersih untuk dibersihkan oleh ikan-ikan kecil. Selain manta, perairan Sangalaki juga menjadi tempat singgah penyu dan berbagai ikan karang. Sementara itu, Pulau Maratua adalah atol besar yang dikelilingi dinding karang menjulang. Di sini penyelam dapat melihat hiu, barakuda, dan ikan-ikan besar lainnya. Maratua juga terkenal dengan Gua Halo Tabung, gua bawah laut yang dapat dijelajahi, serta penginapan vila di atas air dengan pemandangan laguna.

Akses dan Waktu Terbaik Berkunjung

Untuk mencapai Derawan, wisatawan dapat terbang ke Bandara Kalimarau di Berau, dengan transit di Balikpapan. Dari kota Tanjung Redeb di Berau, perjalanan darat sekitar dua jam menuju Tanjung Batu, lalu dilanjutkan dengan speedboat sekitar 30 menit ke Pulau Derawan. Alternatif lainnya adalah melalui Tarakan di Kalimantan Utara, lalu naik speedboat selama beberapa jam. Waktu terbaik berkunjung adalah pada musim kemarau, sekitar April hingga Oktober, ketika laut tenang dan jarak pandang di bawah air bisa mencapai puluhan meter.

Menginap di Derawan

Pulau Derawan telah dilengkapi berbagai penginapan, dari homestay sederhana hingga resor dengan vila di atas air di Maratua. Banyak wisatawan menginap tiga hingga empat hari agar bisa mengunjungi Kakaban, Sangalaki, dan Maratua sekaligus. Harga paket perjalanan dari Tanjung Batu biasanya sudah termasuk antar-jemput perahu, snorkeling, dan kunjungan ke danau ubur-ubur, tetapi bandingkan beberapa penyedia jasa sebelum memilih.

Baca Juga: Labuan Bajo: Gerbang Menuju Pulau Komodo dan Surga di Timur Indonesia

Tips Berwisata dan Menjaga Konservasi

Keindahan Derawan hanya akan bertahan bila dijaga. Jangan menyentuh atau berdiri di atas terumbu karang, jangan memberi makan ikan dengan sembarangan, dan jangan mengganggu penyu serta ubur-ubur. Gunakan tabir surya yang ramah terumbu karang, bawa pulang sampah Anda, dan patuhi arahan pemandu lokal. Pesan penginapan dan paket wisata jauh-jauh hari bila berkunjung pada musim ramai, karena kapasitas pulau yang terbatas membuat akomodasi cepat penuh.

Penutup

Kepulauan Derawan adalah keindahan yang sekaligus menjadi tanggung jawab. Penyu yang bertelur, ubur-ubur yang menari di danau, dan pari manta yang melayang di Sangalaki mengingatkan bahwa laut Indonesia bukan sekadar tempat berwisata, melainkan warisan yang harus dijaga untuk generasi berikutnya.

Sumber: Dinas Pariwisata Kabupaten Berau; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia; World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia tentang Kawasan Konservasi Perairan Derawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *