So, lebih efisien di biaya dan waktu dalam perawatanya.
Selain dua perbedaan di atas, satu perbedaan lagi adalah harga aki kering biasanya relatif lebih mahal dibanding aki basah.
Contohnya, salah satu jenis aki kering merek ternama untuk mobil tipe MPV dibanderol dengan harga Rp 927.000. Sedangkan, aki basah dengan merek dan untuk mobil tipe yang sama bisa di jual dengan harga Rp Rp 799.000.
Jadi perbandingan harga yang cukup lumayan setidaknya akan menjadi pertimbangan aki yang mana yang sobat modif inginkan.
Jenis aki mana yang lebih awet?
Jenis aki mana yang lebih awet sebenarnya tergantung Anda sebagai pemilik mobil. Aki basah memang lebih awet, tapi dengan catatan, volume airnya harus selalu di jaga.
Biasanya harus di cek tiap dua bulan. Untuk kendaraan yang tingkat penggunaannya tinggi, sebaiknya pengecekan aki basah di lakukan lebih cepat.
Baca juga : Masih Menggunakan Aki Basah? Berikut Cara Merawat Aki Basah di Kendaraan
Di mana untuk tipe aki basah ini biasanya menggunakan wadah semi transparan.
Hal ini di lakukan tiap pabrikan aki agar mudah sewaktu kita mengecek kondisi air aki atau cairan elektrolit.
Adapun air aki atau sering di sebut juga sebagai air zuur merupakan sebuah cairan yang mempunyai fungsi sebagai pe rendam cell-cell aki yang ada pada tipe aki basah ini.
Tapi jika Anda termasuk yang memiliki pekerjaan dengan tingkat kesibukan yang tinggi dan tidak punya waktu untuk merawat kendaraan.






