“Kami akan segera melaporkan ini ke direksi di Jakarta,” tutur Tatang.
Sebelumnya, manajemen Arema FC memunculkan wacana untuk membubarkan diri. Wacana ini, menurut mereka, diapungkan, demi menjaga kondusivitas situasi.
Kantor Arema FC sendiri sempat mengalami perusakan pada aksi demonstrasi yang terjadi pada Minggu (29/01). Kaca official store Arema pecah dan sejumlah bagian kantor Arema FC mengalami kerusakan.
Sokongan Moral bagi Tim
Sementara itu, kepastian tidak dibubarkannya Arema FC disambut gembira oleh Wiebie Dwi Andriyas. Manajer Arema FC ini mengaku kepastian ini menjadi sokongan moral bagi timnya.
“Dengan adanya kepastian ini, kami akan tetap mempersiapkan diri untuk menjalani kompetisi. Kami akan sampaikan kepada para pemain dan pelatih kabar ini,” kata Wiebie.
“Sebelumnya, kabar pembubaran ini sempat membuat tim bertanya-tanya,” ia menandaskan.






