Komponen lain yang jadi masalah konsumsi bahan bakar menjadi boros adalah busi. Endapan kotoran berupa karbon yang ada di ujung elektroda busi bisa mengurangi performa motor.
“Businya biasanya di atas ambang batas pemakaian atau sudah terlalu renggang sehingga pengapiannya lambat. Kalau enggak bisa dibersihin, businya perlu diganti sesuai spesifikasi motornya. Busi itu harganya murah sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu tergantung merek,” ucapnya.
Selanjutnya, komponen CVT juga perlu dilakukan pengecekan. Kalau kotor, konsumsi bahan bakar menjadi boros. Sebab kotoran yang menempel pada komponen penggerak membuat kerja lebih lambat, distribusi tenaga tidak maksimal kendati sudah digas penuh.
“CVT itu kan fungsinya meneruskan putaran mesin ke roda ya. Kotoran itu kadang numpuk di kampas kopling. Kalau aus biasanya selain konsumsi bahan bakar boros motor jadi gredek,” sambung pria ramah ini.
Ia menyarankan servis CVT dilakukan setiap 8.000 kilometer. Penggantian komponen di dalamnya bisa dilakukan mengikuti kondisi saat dilakukan pengecekan.






