“Wajib standar, kalau diganti malah jadi aneh (rasa berkendara),” kata Dustin. Bukan tanpa alasan, Dustin sudah menguji kalau pakai CVT yang sudah dimodifikasi dan standar. Ketika dites di mesin dyno, hasilnya lebih mulus saat pakai CVT standar, tidak keriting grafiknya.
“Standar enak, isi semua (tenaga dan torsi). Kalau dyno grafiknya enggak keriting, stabil,” kata Dustin. Jadi buat yang sudah modifikasi mesin dengan cara bore-up, tidak perlu ganti terlalu banyak di sisi CVT. Tinggal pakai standar bawaan saja sudah mampu dan sesuai, bahkan lebih enak.






