Pada dipstick, biasanya terdapat tulisan Hot (H) dan Cool (C). Jika mesin mobil sudah dipanaskan namun oli transmisi berada di bawah C, berarti volume oli transmisi berkurang.
“Penggunaan dipstick cukup mudah, tidak perlu keahlian khusus. Pemilik mobil hanya perlu membuka kap mesin dan melihatnya,” ujar Aji.
Cara kedua yang bisa melihat bagian kolong mobil. Bila oli transmisi matik ada kebocoran maka bisa dilihat di lantai terdapat tetesan oli.
Oli transmisi yang bocor biasanya akan menetes pada lantai sehingga bisa dilihat saat memindahkan mobil usai diparkirkan cukup lama.
“Bisa juga melihat di sekeliling bagian mesin dan transmisi, kalau ada rembesan oli berarti oli memang bocor,” kata Aji lagi.
Lebih lanjut, pemilik segera hubungi diler resmi terdekat jika terjadi hal-hal yang janggal pada kendaraannya agar tidak timbul masalah yang lebih besar di kemudian hari.






