Maka dari itu, sebisa mungkin ketika terjadi kebakaran kecil, api langsung dipadamkan untuk menghindari membakar saluran bahan bakar. “Itulah pentingnya ada APAR dalam satu mobil, sehingga api dapat dipadamkan lebih dini sewaktu masih kecil tanpa menunggu bantuan dari pihak lain,” ucap Hasan. Untuk mempercepat proses pemadaman, pengendara juga perlu memperhatikan letak APAR yang sudah disiapkan dalam satu mobil.
Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, peletakan APAR perlu diperhatikan untuk keselamatan berkendara. “Peletakannya harus benar, artinya mudah dijangkau, tidak terpapar matahari langsung dan harus benar-benar terikat,” ungkap Sony , beberapa waktu lalu. Sony menjelaskan, penempatan APAR boleh di mana saja, selama tidak mengganggu kenyamanan dan aktivitas penggunanya.
“Misalnya, di kabin belakang atau di bawah bangku penumpang depan. Penting juga menginformasikan kepada penumpang letak dan cara penggunaannya,” ucap Sony. Dengan demikian, diharapkan ketika terjadi kebakaran api dapat dipadamkan lebih dini sebelum menyebar lebih luas dan menyebabkan saluran bahan bakar ikut terbakar.






