“Kami perlu bermain simpel, umpan bola lebih baik dan menjaga bola tetap dikuasai tim,” terangnya.
Memang, dalam laga kontra Prancis terlihat betul bagaimana kualitas permainan sepak bola pemain-pemain Indonesia. Selain mudah kehilangan bola, mereka juga banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat lawan mudah mencetak gol.
Mulai dari blunder kiper, salah umpan, sampai dengan gampang melanggar lawan di dalam kotak penalti. Akibatnya, Timnas U-20 Indonesia harus menelan kekalahan telak 0-6 dari Prancis.
Sebaliknnya, saat berusaha mencetak gol, Skuad Garuda Nusantara juga kesulitan menembus rapatnya pertahanan Les Bleus muda. Karena itu, Marselino Ferdinan dan kawan-kawan sudah harus kehilangan bola sebelum masuk kotak penalti lawan.






