Namun penampilannya di musim pertama sangat sulit. Pecco belum terbiasa dengan motor Desmosedici GP19, di akhir musim dia hanya bertengger di posisi ke-15. Musim 2020 atau musim kedunya justru lebih buruk lagi. Dia hanya bertengger di posisi ke-16. Meski demikian Ducati sangat percaya dengan kemampuan Pecco. Dia hanya belum dapat “bintang” yang pas buat bersinar. Pada 2021 dia dapat promosi untuk naik ke tim pabrikan Ducati. Mengendari motor yang lebih baik karena diseting langsung oleh mekanik terbaik.
Musim pertamanya bersama tim pabrikan Ducati, Pecco langsung bersinar. Di awal musim dia tampil kurang panas, tapi kemudian mulai menusuk di akhir seri. Sayang penampilannya yang baik di akhir seri tidak dapat membuatnya mengejar poin Fabio Quartararo yang memang tampil apik sepanjang musim. Quartararo sendiri balas dendam dari musim 2020, di mana dia kehilangan gelar. Pebalap asal Perancis itu sangat baik di awal musim tampi kendor di pertengahan musim dan akhirnya disalip oleh Joan Mir.






