Pasalnya pelek belakang yang digunakan skutik Honda ini adalah ring 13 inci.
Menggunakan pelek tersebut, PCX 160 memiliki ground clearance hanya 135 mm atau 2 mm lebih rendah dari PCX 150 yang 137 mm.
Untuk suspensi belakang yang dimilikinya memang lebih panjang bila dibandingkan dengan model lama.
“Ketika PCX 160 mendapat beban, mesin yang digendongnya bisa mengayun lebih rendah dan mudah terkena benturan,” lanjutnya.
Akibatnya, crankcase bisa dengan mudah mengenai permukaan jalan dan menyebabkan benturan.
Yang berbahaya adalah, saat crankcase bolong usai terkena benturan dang pengendara tidak mengetahuinya.
Pasalnya dalam kondisi tersebut, oli pelumas bisa dengan mudah terbuang dan mengakibatkan kerusakan fatal di mesin.
“Saat owner tak sadar kalau mesinnya hancur, maka area mesin bisa rusak parah,” tutur Sena.
Tapi saat terkena benturan pemilik langsung menyadarinya, beberapa pegangan bisa segera dilakukan.
Salah satunya dengan mematikan mesin, dan skutik tersebut bisa di towing untuk meminimalisir kerusakan.
“Kalau lubang berada di samping crankcase kiri bisa dilas, tapi kalau di bawah sisi kanan sedikit berat,” pungkasnya.
Shoimmurohman, Kepala Bengkel Astra Motor Solo Baru menjelaskan, potensi crankcase bolong saat terkena benturan memang ada.
“Terlebih benturan yang terjadi cukup keras,” buka Shoimmurohman






